Pemuda Asal Bombana ini Resmi Nahkodai HMI Cabang Semarang

Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Muhammad Zulfikar Bersama Tokoh Nasional, Akbar Tandjung Usai Pelantikan (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Muhammad Zulfikar Bersama Tokoh Nasional, Akbar Tandjung Usai Pelantikan (Foto: IST)

Potretsultra

SEMARANG – Zulfikar, namanya mencuat saat Konferensi ke 53 HMI Cabang Semarang mulai digelar di Kota Lumpia itu.

Meski berjalan cukup alot dan berlangsung hingga dua bulan, akhirnya HMI Cabang Semarang memiliki nahkoda baru pada 14 Mei 2018. Dengan memperoleh dukungan dari 29 komisariat, Zulfikar berhasil mengalahkan para pesaingnya yang ikut berhelat saat itu, diantaranya Muh Dias Saktiawan, Khamdi, dan Mursalin Ishak.

“Saat itu saya didukung 29 komisariat, hati saya semakin optimis untuk menang,” ujar Zulfikar saat dikonfirmasi via selulernya, Senin (24/09/2018).

BACA JUGA : Rahmatullah Rorano Asal Cabang Makassar Terpilih sebagai Formatur LKBHMI PB HMI

Pria kelahiran Boepinang Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini akhirnya resmi dilantik menjadi Ketua Umum HMI Cabang Semarang pada Sabtu (22/09) lalu di Balaikota Semarang yang disaksikan langsung dua tokoh nasional, politisi senior Partai Golkar yang juga Alumni HMI, Akbar Tandjung.

Di masa kepengurusannya di HMI Cabang Semarang periode 2018-2019, kata Zulfikar, dirinya mengangkat gerakan HMI Merawat Bangsa. Katanya, ini adalah gerakan yang akan berfokus pada pembinaan generasi muda, khususnya pada jenjang SLTA dan periode kuliah awal.

Potretsultra

“Pembinaan ini dimaksudkan untuk membentengi generasi muda dari dampak buruk globalisasi,” jelasnya.

“Tujuan jangka panjangnya adalah, kita akan mencetak pemimpin-pemimpin muda nasional yang akan mengisi panggung Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

BACA JUGA : Demo di Kantor DPRD, Kader HMI Kendari Dipukul Hingga Jatuh Giginya

Menurut mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa Unissula itu, bonus demografi ini harus menjadi perhatian serius. Karena peningkatan signifikan jumlah populasi angkatan muda Indonesia tidak berarti akan berdampak baik.

“Akan berdampak baik jika pemuda itu punya skill individu yang mumpuni. Tapi akan menjadi blunder bonus demografi, jika ternyata banyaknya angkatan muda itu tidak memiliki keahlian khusus, dalam hal ini pengangguran,” tandasnya.

Zulfikar juga menjelaskan, masa muda itu adalah proses pembentukan jati diri yang sebenarnya dan waktunya singkat. Maka di waktu yang singkat ini, terus kembangkan potensi diri masing-masing.

“Miliki skill profesional dasar dan kemampuan kepemimpinan yang baik. Karena itu nanti yang akan menjadi modal besar untuk menghadapi hari esok,” katanya.

Laporan: Irman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *