Pasca Pemilu 2019, Mahasiswa dan Pemuda Sultra Inisiasi Gerakan Non Blok

Sekelompok Pemuda dan Mahasiswa Sultra Mendeklarasikan Gerakan Non Blok (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Sekelompok Pemuda dan Mahasiswa Sultra Mendeklarasikan Gerakan Non Blok (Foto: IST)

KENDARI – Sekelompok pemuda dan mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) menginisiasi deklarasi Gerakan Non Blok pasca Pemilu 2019.

Deklarasi ini digelar pada Pukul 16.30 Wita Kamis (9/5/2019) dan bertempat di pelataran Tugu Religi Sultra (Eks MTQ) yang dihadiri oleh puluhan pemuda dan mahasiswa dengan tujuan untuk mewujudkan kebangkitan nasional.

Komandan Wilayah Sulawesi Tenggara Gerakan Non Blok, Siddiq Muharam mengungkapkan, deklarasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh kalangan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terhadap gerakan-gerakan yang mengarah pada tindakan inkonstitusional.

Sebab, lanjutnya, sebagai masyarakat yang cerdas kita mesti pintar memilah dan menyaring berbagai informasi yang masuk. Hal ini kata Siddiq, agar tidak mudah termakan isu hoaks yang nantinya bisa membawa kita terhadap gerakan-gerakan yang bertentangan dengan demokrasi.

“Deklarasi ini kita maksudkan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh kalangan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan termakan isu-isu hoaks yang sangat mudah beredar di kalangan masyarakat”, ungkap Siddiq.

Sidiq juga menambahkan, deklarasi ini merupakan deklarasi perdana. Katanya, pihaknya juga akan bergerak ke kampus-kampus se Kota Kendari. Hal tersebut guna mengajak seluruh kalangan pemuda dan mahasiswa untuk menggelar deklarasi yang serupa. Sebab menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting terkait hal menjaga stabilitas negeri dalam kontes Pemilu.

“Deklarasi ini adalah deklarasi perdana, rencananya, kami juga akan bergerak ke setiap kampus yang ada di Kendari, untuk mengajak setiap mahasiswa dan pemuda untuk melakukan deklarasi yang sama dan juga tetap dengan tujuan yang serupa, sebab peran mahasiswa sangat lah penting dalam kontestasi Pemilu ini,” ungkapnya pada awak media.

Siddiq, yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Wilayah Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PW Perisai) Sultra itu juga menuturkan, seyogyanya mahasiswa ikut dalam kontestasi politik bukan untuk bermain dan memperkeruh suasana. Namun menjadi kaum akademisi yang mampu memberikan solusi terhadap perubahan negeri ini.

“Mahasiswa harusnya bukan berperan ikut memperkeruh suasana dalam dinamika perpolitikan atau berafiliasi dengan aktor politik tertentu, namun mahasiswa sebagai kaum akademisi harusnya dapat menjadi solusi dan berada di garda terdepan membawa perubahan untuk negeri ini,” terangnya.

Terakhir, Siddiq menyatakan dalam deklarasinya, mereka menekankan pada 7 poin penting yang menurutnya kesemua poin tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya hoaks dan tetap menjaga keutuhan NKRI.

7 poin penting dalam deklarasi tersebut yakni:

  1. Menyatakan perang terhadap hoaks
  2. Menolak segala bentuk upaya destruktif terhadap bangsa indonesia
  3. Mendukung proses demokrasi yang adil, jujur, dan damai
  4. Menjunjung tinggi kedaulatan indonesia secara utuh
  5. Menyatakan sikap kritis terhadap probelmatika bangsa dalam bahaya upaya mewujudkan kebangkitan nasional
  6. Berperan serta dalam gerakan moral dalam rangka penegakkan hukum yang adil, jujur dan transparan
  7. Bertekad menciptakan generasi yang kreatif, sportif, inovatif, serta berpartisipasi dalam pembangunan indonesia”, pungkasnya.

Laporan: Jubirman

One Ping

  1. Pingback: Jaga Ketertiban Pemilu, Puluhan Mahasiswa UHO Deklarasi Gerakan Non Blok | Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *