Jaga Ketertiban Pemilu, Puluhan Mahasiswa UHO Deklarasi Gerakan Non Blok

Puluhan Mahasiswa UHO Menggelar Deklarasi Gerakan Non Blok di Tugu UHO (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Puluhan Mahasiswa UHO Menggelar Deklarasi Gerakan Non Blok di Tugu UHO (Foto: IST)

KENDARI Puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat (10/5/2019) sore menggelar deklarasi Gerakan Non Blok. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga ketertiban dan kestabilan negeri pasca Pemilu yang baru saja terlaksana.

Kegiatan yang digelar di Tugu UHO ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda-beda. Disamping itu, beberapa ketua lembaga internal kampus UHO juga turut meramaikan deklarasi tersebut.

Darfin, selaku koordinator  Gerakan Mahasiswa Non Blok Universitas Halu Oleo menyampaikan bahwa deklarasi yang dilangsungkan pada pukul 16.30 Wita ini merupakan lanjutan dari deklarasi Gerakan Mahasiswa Non Blok Sulawesi Tenggara yang digelar 1 hari sebelumnya bertempat di Tugu Religi Sultra.

Menurutnya, deklarasi ini merupakan suatu cara untuk kembali menetralkan sikap beberapa mahasiswa yang ikut andil dalam pesta demokrasi yang baru saja terlaksana.

“Dalam Pemilu, mahasiswa wajib berada di poros tengah, yakni sebagai pemantau sekaligus menjaga kestabilan kondisi masyarakat,” ungkapnya saat diwawancarai usai deklarasi.

Darfin menambahkan, pasca kontestasi Pemilu mahasiswa mesti cerdas memilih dan menyaring segala informasi yang beredar. Hal ini agar mudah memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang mudah termakan isu-isu hoax yang tersebar.

Sebab, lanjut Darfin, apabila masyarakat sudah termakan dengan isu-isu hoax yang tersebar, masyarakat akan mudah melakukan tindakan-tindakan yang melanggar konstitusi, yang akan mengganggu keamanan negara dan juga merugikan diri sendiri.

Darfin, yang juga merupakan Ketua Bidang Pimpinan Pertahanan Pengurus Wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam  (PW Perisai) Sulawesi Tenggara ini menyarankan agar seluruh mahasiswa mampu menangkal segala informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Hal tersebut agar tindakan-tindakan yang inkonstitusional di dalam masyarakat dapat diminimalisir.

BACA JUGA: Pasca Pemilu 2019, Mahasiswa dan Pemuda Sultra Inisiasi Gerakan Non Blok

“Kami berpesan kepada seluruh mahasiswa Universitas Halu Oleo, agar senantiasa menjaga diri dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, dan juga tidak mudah termakan isu-isu hoax, sebab sekarang ini isu-isu yang tidak benar mudah sekali tersebar dimasyarakat,” katanya.

Dalam deklarasi ini, mereka juga membuat petisi dan bersama-sama memberikan tandatangan sebagai bukti sepakat terhadap beberapa poin tuntutan yang diajukan.

Adapun beberapa poin tuntutan tersebut yakni :

  1. menyatakan perang terhadap hoax
  2. menolak segala bentuk upaya destruktif terhadap bangsa Indonesia
  3. mendukung proses demokrasi yang adil, jujur, dan damai
  4. menjunjung tinggi kedaulatan Indonesia secara utuh
  5. menyatakan sikap kritis terhadap probelmatika bangsa dalam bahaya upaya mewujudkan kebangkitan nasional
  6. berperan serta dalam gerakan moral dalam rangka penegakkan hukum yang adil, jujur dan transparan
  7. bertekad menciptakan generasi yang kreatif, sportif, inovatif, serta berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Darfin juga menyatakan, pihaknya masih akan terus menggelar deklarasi Gerakan Non Blok di beberapa kampus di Kota Kendari, untuk mengingatkan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga stabilitas negeri.

“Kami akan kembali melakukan deklarasi yang serupa di beberapa kampus yang ada di Kota Kendari, agar mengingatkan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga keamanan dan stabilitas negeri, demi tercapainya kebangkitan Nasional,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *