PRD Sultra Angkat Suara Soal Pembatasan Akun Resmi PRD oleh Twitter

Keterangan Gambar : Sekretaris KPW PRD Sultra, Wiwin Irawan. Foto: Istimewa

Potretsultra

POTRETSULTRA.COM – Mendadak Twitter membatasi sepihak dan tanpa penjelasan akun resmi Partai Rakyat Demokratik (PRD) @prd_indonesia dan beberapa akun pengurus Komite Pimpinan Pusat (KPP) PRD. Diketahui Senin, (3/8/2020) kemarin, secara tiba-tiba tidak dapat diakses.

Atas kejadian itu, Sekretaris KPW PRD Sultra, Wiwin Irawan mengatakan, pembatasan sepihak akun resmi partai dan beberapa pengurus pusat merupakan pengekangan terhadap demokrasi.

“Ini ada apa?. Diera demokrasi seperti ini, Twitter tidak mencerminkan demokratisasinya,” cetusnya, Selasa (4/8/2020).

Katanya, selama ini akun resmi PRD digunakan untuk melakukan kritikan terhadap kebijakan pemerintah dan memberikan pandangan politik yang sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Jadi agak mengherankan dan patut dipertanyakan pembatasan sepihak yang dilakukan oleh @twitterID ini,” ujar Wiwin.

Waktu lalu katanya, menjelang HUT PRD yang ke 24 Tahun, tepatnya pada 22 Juli 2020, PRD mempersiapkan beberapa rangkaian acara. Dan, agar tetap mematuhi protokol negara di tengah wabah COVID-19 rangkaian acara HUT PRD dilakukan melalui via Online.

Bahkan, diketahui menjelang pidato Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono, tiba-tiba saja akun Zoom yang biasa dipakai sebelumnya, tidak dapat diakses pula karena pihak Zoom kembali meminta konfirmasi email dan lain-lain.

“Padahal dalam mempersiapkan acara sebelumnya tidak ada masalah,” katanya.

Sebagai informasi, menjelang HUT PRD, tagar #MenangkanPancasila dan #RakyatAdilMakmur di Twitter sempat tembus menjadi trending topik dan beberapa hari yang lalu juga akun resmi Twitter PRD Indonesia membuat utas tentang kritik terhadap kebijakan pemerintah tentang dana COVID-19 Rp100 Triliun yang dialokasikan ke pihak korporasi.

“Dalam utas tersebut PRD Indonesia kurang bersepakat bantuan dana besar ke korporasi tapi menitik beratkan alokasi anggaran pemerintah untuk UMKM dan Koperasi sebagai soko guru ekonomi Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Di Twitter tagar seperti #JokowiProKorporasi dan #Selamatkan UMKM sempat mengisi jagad maya khusunya di Twitter.
Sangat disayangkan perbuatan sepihak Twitter yang membatasi akun resmi PRD dan beberapa pengurus pusatnya.

“Semestinya sebagai salah satu penyedia jasa sosmed bagi penggunanya di era digital ini, dapat mengedepankan azas demokrasi,” pungkas Wiwin.

Laporan: Aden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *