Pinjaman Pemprov Sultra Disoal 31 Dewan, Pengamat: Tidak Boleh Diganggu Lagi

Keterangan Gambar : Pengamat Hukum, Dr LM Bariun

Potretsultra

KENDARI – Pengamat hukum Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr LM Bariun angkat bicara soal langkah 31 DPRD Provinsi Sultra yang berencana mencabut pinjaman Rp 1,2 Triliun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

Menurut Bariun, rencana peminjaman dana sebesar Rp 1,2 Triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) itu sudah tidak dapat dicabut lagi. Karena kata dia, rencana peminjaman itu telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Kan itu pinjaman sudah masuk Perda, nah kalau dia sudah masuk di APBD, itu kan nda boleh lagi diganggu. Boleh diganggu kecuali di perubahan anggaran,” ujar Bariun saat ditemui di ruangan Direktur Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) pada Kamis (21/11/2019).

Lanjut Bariun, boleh saja anggota DPRD nya pergi, namun keputusannya tetap. Karena DPRD itu institusi bukan person. kalau umpamanya alasannya itu PP nomor 30 tahun 2011 di pasal 13 ayat 2 nya, hal itu persoalan 3 tahun pengembalian.

“Nah sekarang Pak Ali Mazi kan masih 4 tahun, berarti kan masih bisa, masih memenuhi syarat,” jelasnya.

Jika dilihat dari pergerakan yang terjadi di internal DPRD Sultra, tambah Bariun, sebenarnya sudah ada keputusan DPRD sebelumnya yakni Keputusan Nomor 11 Tahun 2019.

“Sebelum APBD itu di ketok, kan ada mekanisme yang dipakai. Pertama dibahas di tingkat fraksi, habis itu Pansus. Pansus berangkat ke Jakarta konsultasi ke menteri, menteri tidak permasalahkan, mereka menerima. Nah sekarang dimana kekurangannya. Darimana pintu masuknya untuk merubah itu. Padahal alur mekanismenya kan jelas dari postur APBD kita,” terang Direktur Pascasarjana Unsultra ini.

Bariun malah mempertanyakan, “Kenapa pada saat pembahasan ini tidak komentar, kan fraksi kalian juga,” ujarnya.

Loginya, kata Bariun, semua fraksi itu harus konsultasi ke partainya dalam pandangan fraksi. “Nah berarti fraksi sebelumnya tidak ada koordinasi dengan partainya,” tandasnya.

Pada prinsipnya, ungkap Bariun, dirinya tidak membela siapa- siapa. Namun, ia hanya berbicara sesuai alurnya dan ketentuan saja.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *