Penyelidikan KTP Palsu,Polda Sultra Periksa 10 Saksi,Dirkrimum:Barang Bukti Sudah Dibakar Mr Wang

Keterangan Gambar : Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Po La Ode Aris Elfatar

KENDARI–  Penyelidikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Palsu Mr Wang terus bergulir.Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan 10 orang saksi diantaranya pihak dukcapil Kota Kendari,pelapor dan pihak terlapor.Alhasil dari hasil penyelidikan Polda Sultra akhirnya mengungkap kebohongan yang sebelumnya dikeluarkan istri Mr Wang bernama Nurmiati alias Nuning disalah satu media ternama di Sultra.

Hasil penyelidikan Polisi bahwa KTP benar-benar pernah dimiliki oleh Mr Wang.Namun setelah kasus ini dilaporkan, KTP tersebut dibakar untuk menghindari kejahatan keduannya. Hal ini disampaikan oleh Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Po La Ode Aris Elfatar.

Pernyataan La Ode Aris menggugurkan pernyataan Istri Mr Wang yang sebelumnya mengeluarkan statement bahwa tak pernah tau dengan KTP tersebut. La Ode Aris menyebutkan, KTP tersebut digunakan untuk membuat Akta Kelahiran.

Selain itu, Polisi juga masih mendalami ditempat mana saja KTP tersebut digunakan. Bisa jadi digunakan membuat rekening atau Akta Perusahaan. Makanya polisi mencari tau dengan mengirim surat ke Kemenkumham Sultra dan Bank Pusat.

“KTP pernah ada. Tapi dibakar,”ujar La Ode Aris

La Ode menuturkan,membakar KTP tersebut merupakan upaya menghilangkan barang bukti.Ia menjelaskan, keduanya setelah melakukan pernikahan lalu membuat KTP tersebut.KTP tersebut dibuat atas pesanan istri Mr Wang dan Istri Mr Wang yang memainkan peran dengan menyuruh dua oknum Catatan Sipil untuk membuat KTP tersebut.

“Kami sudah melakukan penyelidikan baik di Konawe utara,maupun maupun dukcapil Kendari.Hasil yang kami temukan bahwa benar ada KTP yang keluar atas nama Wawan,”ungkap La Ode Aris,Senin (18/5/2020)

Lanjutnya, dimana KTP ini dipesan istri Mr wang untuk memberikan status kepada anak mereka dan ternyata pernikahan keduanya telah melaksanakan pernikahan sirih.
Dalam hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Aries, pembuatan KTP oleh terlapor untuk keperluan akta kelahiran calon anak yang sedang dalam kandugan istri Mr Wang.

“Keterangan saksi yang kita periksa seperti itu, namun tetap kita akan telusuri apakah KTP yang dibuat Mr Wang itu diguanakan dimana saja dan keperluan saja, termasuk di Kemenkumham,” terangnya.

Sambungnya peningkatan status penyelidikan ketahap penyidikan bakal ditentukan jika pihaknya telah mendapatkan bukti bahwa KTP tersebut telah digunakan.

“Makanya kita mau selidiki dulu ini,apakah KTP itu sudah digunakan atau belum. Kalau sudah digunakan, baru kita akan pertimbangkan selanjutnya untuk peningkatan statsus kasus ini dari lidik ke sidik,” jelas mantab Wadir Narkoba Polda Sultra.

Diberitakan sebelumnya, terbongkarnya KTP milik Mr Wang yang palsu terungkap saat anggotaBabinsa Kecamatan Motui melakukan pemeriksaan rutin warga dari luar daerah yang masuk ke perusahaan pertambangan.

Diketahui, Mr Wang lahir di Provinsi Shanxi, China, tahun 1964. Dia merubah indentitas diri sebagai Wawan Saputra Razak tinggal di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Pelaku menikawi perempuan asli Kota Kendari bernama Nurniati.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *