Tranformasi Digital Dan Kebijakan Mendikbud “Merdeka Belajar”,Rektor Unsultra:Hadiah Generasi Muda Memajukan Daerahnya

Keterangan Gambar : Rektor Unsultra,Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric,dalam acara seminar online nasional dengan tema"merancang pembelajaran efektif PAUD pada masa dan pasca pandemi covid 19" Senin (18/5/2020).(Foto:Ismed)

Potretsultra

KENDARI– Gaung era revolusi industri 4.0 telah menggema di Tanah Air sekaligus mendorong industri nasional untuk lebih efektif,efisien,serta memungkinkan produk-produk dalam negeri bisa bersaing dengan memanfaatkan teknologi.Utamanya bagi tenaga pengajar Guru,dosen,siswa dan mahasiswa, berperan penting untuk mendidik dan didik secara akademik maupun non-akademik dalam rangka penyiapan sumber daya manusia di era Revolusi 4.0.

Tidak hanya itu,adanya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerapkan “Belajar merdeka”.Hal ini membuka diri para generasi muda lebih memantapkan dalam mengembagkan kreaktivitas,inovatif untuk menemukan hal-hal yang baru,bisa memberikan perubahan secara cepat untuk lebih mendalam menggali pengetahuan dan teknologi yang ada.

“Saat itu kita semua stay At Home akibat adanya pandemi covid 19.Kondisi saat ini serba tidak ideal termaksuk pendidikan anak-anak bangsa.Dalam kondisi seperti ini kita harus semakin termotivasi untuk kreaktivitas dan berinovasi,”ujar Rektor Unsultra,Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric,dalam acara seminar online nasional dengan tema”merancang pembelajaran efektif PAUD pada masa dan pasca pandemi covid 19” Senin (18/5/2020).

Kata Andi Bahrun,Alhamdulilah,terbukti saat pandemi covid 19, kita mampu melakukan lompatan jauh pemanfaatan kemajuan teknologi terutama dalam pembelajaran daring meskipun masih terdapat kelemahan dan tantanganya.

“Oleh karena itu,kita harus selalu siap dan fleksibel beradaptasi dengan perubahan yang ada.Kita harus keluar dari zona nyaman,melihat dan siap menyambung serta bisa menaklukan the new norma pasca pandemi covid 19,”katanya.

Lanjut Rektor,bahwa ada hikmah besar untuk daerah dan negeri dengan adanya bencana pandemi covid 19 yang penting kita mau intropeksi,merenung dan memohon ampun atas keiklafan dan banyal berdoa dan beriktiar bersungguh-sungguh dan tetap menjaga suasana kebersamaan dan keharmonisan.

Menurutnya,peserta yang join webinar hari ini adalah garda terdepan yang meletakan pendidikan pada usia dini,ditangan teman-teman semua antara lain,akan menentukan apakah pada tahun 2045 indonesia akan mendapatkan hadiah”Bonus demografi”generasi emas bangsa yang dapat mengantarkan daerahnya,bangsanya menjadi daerah maju yang benar-benar merdeka seperti yang cita-cita pahlawan terutama kihajar Dewantara.

“Saya yakin yang join hari ini bukan join yang menggerutu tetapi untuk berbagi dan menentukan sikap dan spirit untuk bangkit berkinerja tinggi,beradaptasi dengan norma baru dan melompat jauh untuk meraih mimpi
Guna mempersiapkan generasi emas bangsa,”jelasnya

“Kita sama ketahui diprediksi akan terjadi demografi pada tahun 2045 untuk itu marilah kita satukan komitment tekad dan jiwa heroik untuk bangkit dan semakin kreaktif dan inovatif untuk merancang dan mengimplementasikan kurikulum pembelajaran yang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang efektif,”sambungnya lagi.

Lebih detail lagi Rektor menjelaskan, Sehingga pada tahun 2045 indonesia akan memperoleh Bonus Demografi atau bukan bencana Demografi.adanya kebijakan merdeka belajar dari Dikbud memberikan ruang bagi kita untuk belajar dan bereksperiment dan berkarya dalam dunia Pendidikan.

“Kini benar-benar nyata era industri 4.0.Ayo mantapkan mindset digital dan transfirmasi digital terutama dibidang pembelajaran PAUD,”pungkasnya.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *