Tunjang UMKM,Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid 19 Berbagi Takjil di Kendari

Keterangan Gambar : Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid 19 Perwakilan Sulawesi Tenggara melakukan aksi membagikan takjil kepada masyarakat di eks MTQ Kendari.(Foto:Ist)

KENDARI – Masa pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat menggerus semua sendi-sendi kehidupan perkonomian masyarakat.Kondisi ini lansung dirasakan para pelaku usaha dan juga masyarakat pada umumnya.

Seperti yang dialami oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Ibu Kota Provinsi Sultra,Kota Kendari.Omset para pelaku UMKM menurun berbeda dengan bulan Ramadhan ditahun sebelumnya.

Untuk itu,untuk menunjang UMKM di Kota Kendari,Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid 19 Perwakilan Sulawesi Tenggara melakukan aksi membagikan takjil kepada masyarakat.Dimana takjil tersebut berasal dari UMKM.

“Jadi ada UMKM yang jualan nasi kotak itu,kita danai.Lalu kita pesan sekitar 50 sesuai harga nominal yang dijual.Kemudian hasilnya kita bagikan kemasyarakat yang membutuhkan seperti tukang becak,pengguna jalan dan masyarakat umum,”ungkap Koordinator Lapangan Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19,Drs Catur Irianto,usai membagikakan takjil di Eks MTQ Kendari Kecamatan Mandonga,Minggu (17/5/2020).

Irianto mengatakan pembelian takjil digelar untuk menunjang para pelaku usaha UMKM di Kota Kendari dengan melihat dampak Covid-19 terhadap perekonomian UMKM.

“Masa pandemi Covid-19 di Sultra khususnya Kota Kendari sangat berdampak pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terlebih lagi di Bulan Ramadhan ini menjadi salah satu momen untuk para pelaku usaha UMKM meraup rejeki,” katanya.

“Ide ini berasal dari diskusi bersama teman-teman relawan lawan covid 19 yang menjadi koordinator utama bapak Sandiaga Uno.Kami menyadari bahwa mereka sudah mulai terdampak besar dari pengahasilanya.

Aksi ini,katannya sebagai wujud kepedulian sosial,karena melihat para pelaku usaha kecil yang sangat berdampak dengan adanya pembatasan bersosialisasi ini,”ujarnya.

Ia menambahkan,pembagian takjil kepada masyarakat yang tidak akan mampu akan berlanjut selama 5 hari dengan titik lokasi yang berbeda-beda untuk perdana dilaksanakan kecamatan Mandonga dan 4 hari lagi di Kecamatan Puuwatu Kadia,Kendari Barat dan Andonuhu.

Pembagian Pun kami tetap menerapkan sosial Distancing protokol kesehatan Covid.Para¬†pedagang wajib menggunakan masker dan sarung tangan saat transaksi jual beli berlangsung,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya event ini bisa sedikit membantu para pengusaha UMKM akibat pandemi Covid-19 saat ini. Ia juga menuturkan,semoga dapat membantu perkembangan putaran ekonomi di Kota Kendari.

Laporan : La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *