Kasus KONI Terus Bergulir, HMI Baubau Minta Bupati Buton Diperiksa

Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria (Foto: IST)

Potretsultra

BUTON – Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton pada tahun 2018 lalu terus bergulir. Disinyalir kerugian negara sebesar Rp 500.114.000.

Kini kasus tersebut tengah diproses oleh Polres Buton. Dalam perjalanannya sejak 2018 lalu, baru-baru ditetapkan tiga tersangka yang diduga kuat menjadi pelaku penyelewengan dana tersebut yaitu Mantan Sekda Buton, Mantan Kadis PU Buton dan Bendahara KONI Buton.

Menanggapi persoalan ini, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria Adi Putra angkat bicara. Ia menduga bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak sehat di tubuh Polres Buton. Pasalnya, penanganan kasus ini sangat lambat ditangani sejak tahun 2018 hingga 2020.

“Kami duga kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tubuh Polres Buton dalam perkara tersebut,” ungkap Rizki dalam keterangan persnya, Sabtu (15/8/2020).

Selain itu, Rizki juga melihat ada beberapa pelanggaran fatal yang terjadi ditubuh KONI Buton Masa Jabatan 2017-2022. Pertama, soal struktur yang bertentangan dengan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 40 yang menyebutkan bahwa struktur KONI tidak boleh diisi oleh pejabat publik. Namun yang terjadi di kepengurusan ini sejak awal adalah Bupati Buton sebagai pejabat Publik malah menjadi ketua KONI sebelum akhirnya mengundurkan diri pada beberapa waktu yang lalu.

“Makanya menurut hemat kami, Bupati Buton pun sudah seyogyanya harus diperiksa terkait dugaan penyelagunaan anggaran tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan di atas, maka Rizki menilai bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak sehat di tubuh Polres Buton dan Bupati Buton wajib hukumnya untuk diperiksa terkait kasus ini.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

2 Comments

  1. Edward edward Reply

    Koq si ketua Hmi itu lupa ya, apa yg Gus Dur pernah bilang, bahwa hanya tiga saja polisi yg jujur yakni….Jendral Hugeng Imam Santoso, patung polisi dan polisi tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *