Dukung ‘Oputa Yi Koo’, HMI Ajak Masyarakat Tanda Tangani Petisi

Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Laode Muhammad Imran (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Laode Muhammad Imran (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI – Beredarnya petisi kepada Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia untuk penganugerahan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai pahlawan nasional Indonesia mendapat respon dari Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Laode Muhammad Imran.

Menurut Imran, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi Ibnu Sultani Liyauddin Ismail Muhammad Saidi yang memiliki nama kecil La Karambau itu wajar mendapat gelar pahlawan nasional. Pasalnya, Sultan Himayatuddin secara bergerilya melawan Belanda. Bahkan karena perjuangannya itu ia diberi gelar Oputa yi Koo (sultan di hutan) oleh rakyat.

Olehnya itu, Imran mengajak seluruh kader HMI MPO Cabang Kendari, seluruh alumni dan para simpatisan HMI di Bumi Anoa untuk menandatangani petisi dukungan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi agar menerima gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

“Saya mengajak seluruh kader, alumni, dan simpatisan HMI se Sultra agar mari bersama-sama meluangkan waktu kita menandatangani dukungan Sultan Himayatuddin agar mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujar Imran saat ditemui di salah satu Warung Kopi di Kendari, Minggu (2/6/2019).

Selain mengajak kader HMI, Imran juga mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk ikut mendukung putra Sultra bernama Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang juga Sultan Buton ke-20 itu agar mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mendukung Sultan Himayatuddin untuk menerima gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia, dengan cara menandatangani petisi yang tersebar di media sosial, baik yang beredar di WhatsApp ataupun di Facebook,” katanya.

Ajakan untuk menandatangani petisi ini, lanjut Imran, tentunya didasari pada sejarah perjuangan Sultan Himayatuddin dalam mengusir Belanda. Sejak dilantik sebagai Sultan Ke – 20 Buton, Sultan Himayatuddin langsung menyatakan diri untuk menentang dominasi VOC Belanda saat itu. Tercatat dalam sejarah sejak tahun 1755 sampai tahun 1776 atau selama 21 tahun Sultan Himayatuddin menyatakan perang dengan Belanda dan tidak pernah mau berkompromi dengan Belanda.

“Harapannya semoga doa dan dukungan kita, dapat mempermudah dan mempercepat penganugerahan gelar kepada Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *