Bupati Kolaka Utara Tampil Memukau di Harmoni Sultra, Promosikan Tenun Daerah Lewat Lomba Lagu Eksekutif

Keterangan Gambar : Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar

KENDARI – Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH, tampil memukau dalam ajang Lomba Lagu Eksekutif Kepala Daerah pada rangkaian kegiatan Harmoni Sultra 2026 yang digelar di Kota Kendari, Minggu Malam (26/4/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan agenda gala dinner di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) bersama para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara.

Pada malam ketiga perhelatan Harmoni Sultra, para kepala daerah dari 17 kabupaten/kota se-Sultra unjuk kebolehan dalam ajang lomba lagu eksekutif yang menjadi salah satu agenda paling meriah dan dinanti masyarakat.

Bupati Kolaka Utara menjadi salah satu penampil yang mencuri perhatian. Mengenakan busana berbahan tenun khas Kolaka Utara, ia tampil percaya diri membawakan lagu legendaris “Jangan Ditanya Ke Mana Aku Pergi” di hadapan ribuan penonton.

Penampilan orang nomor satu di Kolaka Utara itu mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Selain vokal yang penuh penghayatan, penampilannya juga dinilai sukses menghadirkan suasana hangat dan interaktif di atas panggung.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Bupati Nur Rahman Umar mengatakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan sekadar untuk berpartisipasi dalam hiburan. Tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya daerah kepada publik Sulawesi Tenggara.

“Momentum seperti ini bukan hanya ajang silaturahmi antar kepala daerah, tetapi juga kesempatan memperkenalkan budaya dan potensi daerah. Karena itu saya sengaja mengenakan tenun khas Kolaka Utara sebagai bentuk promosi budaya lokal kepada masyarakat Sultra,” ujar Nur Rahman Umar.

Ia menambahkan, pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk kegiatan nonformal seperti panggung seni dan budaya tingkat provinsi.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Kolaka Utara tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga tetap menjaga jati diri budaya daerah. Seni dan budaya harus terus kita hidupkan sebagai bagian dari identitas masyarakat,” tambahnya.

Partisipasi aktif Bupati Kolaka Utara dalam ajang tersebut semakin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong promosi budaya lokal sekaligus memperkuat eksistensi Kolaka Utara di tingkat provinsi.

Kehadiran Bupati dengan balutan tenun khas daerah di panggung Harmoni Sultra pun menjadi simbol bahwa Kolaka Utara terus bergerak sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan berbudaya.

Laporan: Andika

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *