Benderanya Dibakar, Sekretaris PDIP Sultra: Jangan Terprovokasi

Keterangan Gambar : Sekretaris PDIP Sultra, Hasrat. Foto: Istimewa

Potretsultra

KENDARI – Adanya aksi pembakaran bendera PDIP saat demo penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Gedung DPR RI, pada Rabu (24/6/2020) kemarin, mendapat respon dari pengurus di Sultra.

Akibat aksi tersebut, Sekretaris DPD PDIP Sultra, Hasrat, mengutuk keras para pelaku pembakaran bendera berlogo Banteng itu.

Katanya, pelaku pembakaran itu merupakan bukti bahwa mereka adalah orang-orang yang anti terhadap Pancasila dan kedamaian.

“Dan mereka itulah PKI yang sebenarnya yang selalu merongrong kedamaian negeri ini,” cetus Hasrat, Kamis (25/6/2020).

Hasrat menerangkan, selama 32 tahun PDIP di tikam oleh Orde Baru (Orba), namun Banteng tetap berdiri tegak. Terlebih lagi hanya direcoki oleh bayang-bayang Orba dengan memanfaatkan keawaman umat untuk merusak kedamaian negeri.

Namun, Anggota DPRD Sultra itu meminta kepada seluruh kader PDIP di Sultra untuk tidak terprovokasi akibat ulah tersebut.

Ia juga memerintahkan seluruh kader PDIP di Sultra untuk tetap fokus dan solid bergerak pada kerja-kerja sosial bersama rakyat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Ini adalah perbuatan melawan hukum, karena itu kami meminta Kepolisian mengusut tuntas pelaku kejahatan ini,” paparnya.

Katanya, bendera partai bukanlah sekedar simbol tapi itu merupakan martabat dan kehormatan partai. Olehnya itu terangnya, tindakan pembakaran adalah bentuk penghinaan terhadap PDIP dan demokrasi.

Terlebih terangnya, RUU HIP justru dirumuskan untuk menjaga dan membela Pancasila dari berbagai ancaman ideologi lain yang merongrong.

“Dan sejak semula RUU ini juga disetujui semua fraksi. Sekarang saja tiba-tiba mereka cuci tangan dan memanfaatkan keawaman rakyat untuk membangun pencitraan semu,” ungkapnya.

Wartawan: Aden

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *