Miss Komunikasi, Akhir Perseteruan Ruksamin dan Sudiro Berdamai

Keterangan Gambar : Perdamaian Bupati Konut Ruksamin dan anggota DPRD Konut Sudiro (Foto:Ist)

Potretsultra

KENDARI- Kurang lebih setahun lamanya antara Bupati Konawe Utara ( Konut) Ruksamin dan Anggota DPRD Konut, Sudiro, sempat terjadi ketegangan aksi lapor melapor di Rektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra. Sudiro dilaporkan Bupati, terkait kasus Undang-undang ITE, pencemaran nama baiknya, dan Ruksamin di lapor balik Sudiro terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi.

Bahkan kisruh antara eksekutif dan legislatif itu, menjadi viral dimedia sosial. Hampir setahun lebih lamanya perseteruan itu terjadi tanpa ujung penyelesaian kedua bela pihak. Akhirnya pada Rabu (24/6/2020) pukul 19.30 wita di salah satu Restoran di Kendari, kedua tokoh Konut tersebut, bersama perwakilan partai dari PBB dan Nasdem menyatukan tekad untuk melakukan upaya damai. Semua persoalan antara kedua belah pihak clear malam itu.

Melalui pertemuan itu, kedua petinggi partai di Sultra baik Bupati Ruksamin selaku pimpinan partai PBB dan Sudiro Ketua DPD Nasdem Konut, bersepakat berdamai dan sebagai tindak lanjut keduanya akan mencabut dan menarik seluruh laporan yang dilayangkan di Kepolisian. Hal ini disampaikan Sekertaris DPW Nasdem Sekretaris DPD Nasdem Sultra, La ode Ikhsanuddin.

Dikatakanya, melihat perkembangan kasus, sejak awal dari hari kehari, kami merasa bahwa hubungan antara Ruksamin dan Sudiro dengan adanya permasalahan saling lapor ke Polda Sultra, tentunya perlu kita selesaikan lebih cepat. “Sehingga kita kemarin berusaha, supaya ada keinginan masing- masing dapat kembali normal, karena tidak ada satu kebaikan yang lebih di banding adanya upaya damai, karena semua dibalik upaya perdamaian ini Insya Allah tentu semua mengharapkan satu berkahan dalam setiap damai yang kita jalani. Damai memang lebih baik dibanding berselisih, dan kedua pihak saling memahami.

“Kedua yang berpolemik sudah bertemu disalah satu rumah makan ternama di Kota Kendari, keduanya saling mendengarkan pendapat dan memberikan pandangan, dan semuanya sudah berdamai hanya ada Miss Communication sehingga tidak ada titik terang dan tidak nyambung. Sehingga timbulah dugaan dan penafsiran. Setelah keduanya mendengar maka didapatlah titik terang untuk berdamai,” terang Iksanuddin di Kantor DPW Nasdem, Kamis (25/6/2020).

Ia mengatakan, bahwa islah atau damai itu memang lebih baik dan mendapatkan mudharat dibanding kita saling terjadi kesalahpahaman. Kemarin itu sambungnya, sudah saling memahami bahwa untuk bersama-sama upaya damai, dan ini, bukan karena ada faktor agenda lainnya, yang jelas perdamaian itu murni timbul kesadaran antara kedua bela pihak untuk saling memaafkan.

Terkait pencalonan di Pilkada  Pak Sudiro tetap memiliki hajatan besar untuk maju sebagai calon Bupati Konut dari nasdem. Diharapkan nantinya kedua bela pihak saling menjaga hubungan baik walaupun berbeda.

Lebih lanjut, terkait  laporan Pak Sudiro kepada Bupati ia menekankan  bahwa itu satu bentuk pembelaan diri sendiri pak sudiro. Intinya laporan daripada Ruksamin dan sudiro sudah selesai dan apapun yang mengikuti dibelakangnya dianggap selesai.

Mereka memiliki itikad baik untuk mencabut laporan dan dengan sendirinya laporan dianggap selesai dan clear pada pertemuan itu. Melihat bahwa fenome tidak boleh berlansubg seperti ini tidak elok pemimpin daerah dan wakil masyarakat harus terjadi kesalahpahaman.

“Sebab ini, menunjukan kekurangan kita. Apalagi persoalan masyarakat yang sedang dihadapi. Menyadari hal itu maka kami dari pemikir partai, kedua bela pihak Nasdem dan PBB mengambil sikap untuk memediasi dan Alhamdulillah kedua bela pihaka melakukan pendekatan untuk berdamai,” jalasnya.

Sementara Sudiro menyampaikan, terkait laporan yang sedang berproses kepada pihak kepolisian kami bersepakat akan melakukan pencabutan dan penarikan laporan tersebut. Bahkan pada pertemuan itu malam, kata Sudiro, pak Bupati meminta untuk segera ditindak lanjuti pada pengacara untuk pencabutan laporan.

“Saya selaku Ketua DPD Nasdem Konut mengucapkan terimah kasih sebesar- besarnya kepada beliau-beliau yang melakukan mediasi hinga berhujung perdamaian dan memang dari awal saya dan pak Ruksamin menginginkan perdamaian,” katanya.

Sudiro menegaskan, Itikad baik perdamaian ini murni dilakukan semata untuk menciptakan kesejukan stabilitas pemerintahan didaerah,bagaimana bersama-sama memikirkan kemajuan daerah Konut lebih baik kedepan. .

Ditempat yang sama Ketua Badan Advokasi Hukum DPW Nasdem, Saninuh Kasim,mengatakan mediasi yang dilakukan partai memang murni untuk menciptakan stabilitasi daerah di Konut .
Katanya,persoalan ini,adalah personal antara pak Sudiro dan Pak Bupati dan kondisinya dapat mengganggu pemerintahan. Apa gunanya ini masalah berlarut-larut diperpanjang dan tidak membawa asas manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Makanya kami dari partai melakukan cepat mediasi. Ahamdulilah mendapatkan titik terang antara keduanya. Hal ini terlihat kebesaran hati dua tokoh besar ini memperlihatkan kepada masyarakat bahwa tidak boleh ada perpecahan. Membangun daerah harus bersinergi dengan berbagai stakeholder instasi pemerintah termaksud wakil rakyat bersama-sama membahu memikirkan kemajuan daerah Konut.

“Sekali lagi kami tekankan bahwa persoalan ini adalah kesalahpahaman beliau pak Bupati dan Sudiro, sama-sama lama menunggu untuk perdamaian,”pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *