Sudirman Said: Pancasila Pasti Mengharamkan Korupsi dan Kerusakan Sosial

Keterangan Gambar : Tokoh Nasional, Sudirman Said (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI — Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said menganjurkan agar orientasi pembangunan ke depan mengedepankan membangun jiwa, bukan hanya sekedar membangun fisik.

Mengutip nilai-nilai yang diajarkan, jika Pancasila sebagai sumber nilai diamalkan, pasti korupsi tidak meraja lela seperti saat ini.

“Pancasila adalah sumber nilai-nilai luhur.  Karena itu saya haqqul yakin Pancasila mengharamkan korupsi dan perbuatan merusak hukum,” tegas Sudirman dalam diskusi daring dengan tema Memikirkan Kembali Orientasi Pembangunan Masa Depan, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (24/6/2020) lalu.

Lebih lanjut Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) ini mengingatkan, lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan berulang kali dalam setiap acara kenegaraan memberi pesan agar yang dibangun dahulu adalah jiwanya, baru membangun badannya.

Dalam diskusi tersebut, Sudirman menguraikan perlunya melakukan reorientasi arah pembangunan, terutama menyikapi wabah Covid-19.

Menurut dia, ini kesempatan baik untuk meninjau ulang seluruh arah pembangunan.  Karena covid-19 mengingatkan kita bahwa kemandirian untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga negara sangat mendesak untuk dibangun.

“Pangan, energi, barang-barang industri kebutuhan dasar warga negara kita ternyata begitu besar ketergantungannya kepada negara lain.  Krisis menghantam kita dengan keras,” terangnya.

Membangun kemandirian atas kebutuhan dasar warga, sebenarnya peluangnya terbuka lebar. Karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar.

“Ide-ide terbaik, regulasi bagus, konsep bagus, sering tidak terlaksana karena terhalang oleh conflict of interest,” tutur aktivis anti korupsi ini.

Apa yang harus dilakukan? “Kembalikan ruh Pancasila dalam pembangunan Indonesia ke depan!” tandas Sudirman.

Pembangunan yang berbasis pada nilai Pancasila pasti akan selalu mentaati hukum, menghormati kemanusiaan, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, dan beorientasi pada pencapaian keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Itu semua pelaksanaan dari perintah Tuhan, sila pertama Pancasila,” tegasnya.

Nilai-nilai Pancasila akan mendorong pelaku pembangunan menjaga keseimbangan lingkungan,  melindungi hak asasi manusia, menjaga kohesi sosial, dan tidak memecah belah masyarakat.

“Untuk aspek teknis, kita bisa merumuskan konsep terbaik di dunia.  Tetapi bila nilai-nilai luhur diabaikan, yang terjadi adalah gagah secara fisik, tetapi rapuh dalam moral dan etika.  Kerusakan moral dan etika akan sangat sulit dibangun kembali,” urainya lagi.

Untuk diketahui diskusi diikuti para akademisi, aktivis sosial, dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari, Sulawesi Tenggara.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *