Yudhianto Mahardika Reses Masa Sidang I, Tampung Aspirasi Warga Kendari Soal Infrastruktur

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Sultra dari Partai Gerindra, Yudhianto Mahardika (Foto: La Ismeid)

KENDARI – Melalui Reses masa Sidang I Anggotae Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai Gerindra, Yudhianto Mahardika melakukan reses di daerah pilihannya (Dapil). Kesempatan kali ini Yudhi menampung aspirasi masyarakat Kota Kendari itu di Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Senin (3/2/2020).

Perlu diketahui Yudhianto terpilih pada Pileg 2019. Hadir dalam reses tersebut yakni pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder. Pertemuan dengan konstituanya itu merupakan agenda penting yang dinantikan masyarakat untuk menyampaikan segala keluhan dan keresahan mereka di wilayah Dapil itu.

Anggota DPRD yang diamanahkan rakyat siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Kendari pada umumnya.

Masa sidang perdana tersebut banyak pendapat dan masukan terhadap Yudhianto seperti, penataan sungai, drainase, lampu jalan, penanganan sampah, air bersih dan jembatan penghubung.

Reses berlansung di Aula Kelurahan Anggilowu dibuka langsung oleh Camat Mandonga Nasruddin Saud. Dalam sambutannya, masyarakat Kelurahan Anggilowu menitipkan banyak harapan kepada Yudhianto selaku wakil rakyat di DPRD Sultra.

“Saya sebagai pemerintah Kecamatan Mandonga mengucapkan banyak terima kasih kepada DPRD yang masih berjiwa muda tersebut besar harapan warga disini bisa diakomodir oleh parlemen. Saya berharap, ada peningkatan anggaran kelurahan,” jelasnya.

“Karena selama ini anggaran kelurahan tidak sebanding dengan anggaran dana desa,” sambungnya.

Dana kelurahan selama ini 350 juta pertahun, kebutuhan yang diperlukan masyarakat sangat banyak dan itu tidak sebanding.

Salah satu warga Kelurahan Anggilowu yang turut hadir kegiatan reses tersebut mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan. Menurut dia jalan yang berada di wilayah mereka sudah rusak parah.

“Seperti di jalan Imam Bonjol sudah lama rusak pak. Kemudian status jalan ini juga tidak jelas, apakah masuk dalam kewenangan kota atau provinsi. Jika masuk dalam wewenang Pemprov agar segera dikoordinasik untuk diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu lagi warga mengeluhkan drainase, karena hal ini menjadi salah satu penyebab tergenangnya air di daerah itu. Mereka juga meminta perbaikan daerah aliran sungai serta penerang lampu jalan.

“Kami menginginkan perbaikan drainase, lampu jalan, jembatan penghubung, jalan setapak RT 07, tempat penampungan sampah, dan air bersih,” katanya.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Yudhianto berjanji semua keluhan warga sudah ditampung dan akan disampaikan di sidang paripurna dewan nantinya.

Sedangkan terkait air bersih kata Putra Anto Timbang, akan berkoordinasi dengan PDAM Kendari agar secepatnya terselesaikan.

“Keluhan-keluhan ini akan disampaikan ke paripurna untuk diperjuangkan.Hasil usulan dari masyarakat akan kami tampung kemudian diserahkan di Kelurahan sebagai arsip,” tambahnya.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *