Tak Hanya Dicabuli Bosnya, Mantan Karyawan Media Cetak ini Juga Tak Digaji

Kuasa Hukum S, Anselmus AR Masiku (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Kuasa Hukum S, Anselmus AR Masiku (Foto: IST)

KENDARI – Seorang wanita berinisial S yang merupakan mantan karyawan salah satu media cetak di Sulawesi Tenggara (Sultra) selain diduga mengalami pelecehan seksual oleh direkturnya berinisial AH juga mengaku tidak pernah digaji oleh perusahaan tempatnya bekerja itu.

Menurut kuasa hukum S, Anselmus AR Masiku saat ditemui di ruang kerjanya, kliennya tidak pernah digaji selama 14 tahun. Kata Anselmus, wanita berinisial S itu hanya menerima uang trasportasi saja dari perusahaan yang memperkerjakan dia.

Bahkan, kata Anselmus, S tidak jelas status pekerjaannya, apakah dia bekerja sebagai karyawan tetap atau tidak tetap.

“Padahal dia itu kan bekerja sebagai marketing, dia jelas memberi kontribusi besar pada perusahaan,” ungkap Anselmus, Jumat (14/09/2018).

BACA JUGA : Kades di Muna Lecehkan Mahasiswi KKN, HMI Wati Kendari Angkat Bicara

Lanjut Anselmus, gaji S tidak dibayarkan oleh pimpinan yang berbeda sebelum AH menjabat sebagai direktur. Meski beda konteks antara gaji yang tidak dibayar dengab kasus pelecehannya.

“Tapi yang miris itu S tidak digaji dan dilecehkan pula oleh direktur barunya,” tuturnya.

Kata Anselmus, anjuran kepada perusahaan tempat S bekerja untuk dibayarkan gajinya juga sudah disampaikan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Namun pihak perusahaan tidak mengindahkan itu.

“Ini jelas merupakan penindasan pekerja wanita, LSM perempuan harus segera bergerak merespon hal ini,” tegasnya.

Atas tindakan tersebut, tambah Anselmus, LBH Kendari membawa kasus itu ke meja hijau dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp183 juta. Pengadilan Hubungan Industrial Kota Kendari dijadwalkan akan menggelar sidang perdana terkait kasus yang menimpa S tersebut pada Kamis (20/09/2018).

Laporan: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *