Sultra Dapat Kuota 5000 Unit Rumah Program BSPS, Muna Terbanyak

Keterangan Gambar : PPK Rumah Swadaya Musniar M Silondae Saat Menyerahkan BSPS ke Penerima Bantuan (Foto: IST)

MUNA – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang akrab dikenal istilah ‘Bedah Rumah’ merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia.

Untuk Sulawesi Tenggara (Sultra), ada kuota 5000 unit rumah bakal ditingkatkan kualitas bangunannya oleh Kementerian PUPR. Sedangkan untuk Kabupaten Muna ada kuota 1.120 unit rumah. Kuota ini merupakan yang terbanyak di 17 kabupaten/ kota se Sultra.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sultra, Eka Rahendra
pada Sosialisasi dan Serah Terima Buku Tabungan Program BSPS SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sultra, yang dilaksankan di Sarana Olah Raga (SOR) Raha, Kabupaten Muna. Kata dia, program BSPS yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR ini merupakan stimulan terhadap masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas huniannya.

Bantuan BSPS tersebut, lanjut Eka Rahendra, diberikan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah UMR atau UMR masing-masing daerah. “Tujuannya untuk meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni,” jelas Eka Rahendra, Senin (8/7/2018).

Besaran BSPS yang diberikan kepada setiap penerima, kata Eka Rahendra yaitu berjumlah Rp 17.500.000 dengan rincian Rp 15.000.000 untuk material bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk upah tukang. Hal ini terjadi peningkatan, di tahun sebelumnya Rp 15.000.000, dan tahun 2019 ini naik menjadi Rp 17.500.000.

“BSPS yang diberikan ini harus dikelola dengan baik, untuk itu, dalam prosesnya nanti, setiap penerima bantuan akan didampingi oleh tenaga fasilitator,” ujarnya.

“Masyarakat sebagai penerima bantuan tentu dibantu dari tenaga fasilitator lapangan,” tambahnya.

Dalam proses pencairannya, sambung Eka Rahendra, SNVT bekerjasama dengan Bank Sultra. Bank Sultra menyediakan buku tabungan yang akan diserahkan ke masyarakat, dengan saldo sebesar Rp 17.500.000. Dia berharap dengan adanya bantuan ini, dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Untuk mengawasi agar dana tidak disalahgunakan, tambah Eka Rahendra, maka dibentuk tim tekhnis yang didalamnya ada Kejaksaan, dan pemerintah. “Tim tehnis bertugas melakukan sosialisasi, memverifikasi proposal dari calon penerima BSPS, dan melakukan pengawasan,” katanya.

Untuk diketahui, Bupati Muna Rusman Emba, Perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, dan PPK Rumah Swadaya, Musniar M. Silondae, turut menghadiri agenda sosialisasi tersebut.


Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *