Sukseskan Pilkada, Bawaslu Konkep Gencar Sosialisasi

Keterangan Gambar : Suasana Sosialisasi Bawaslu Konkep di Balai Desa Lamoluo

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) terhitung tinggal 16 hari lagi, Bawaslu Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) makin gencar bersosialisasi terkait penanganan pelanggaran pemilihan.

Hal ini dilakukan sebagai sarana untuk mensosialisasikan berkaitan dengan tata cara penanganan pelanggaran pada Pilkada Konkep tahun 2020 agar dijadikan referensi yang harus dipedomani oleh semua para pemangku kepentingan.

“Ini semua dalam rangka menyangkut hak dan kewajiban mereka apakah yang berkaitan hak sebagai pelapor dan hak bawaslu secara formal dalam rangka melakukan penanganan pelanggaran Pemilukada berdasarkan Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020,” ujar Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Konkep, Nur Rahmat, S.Sos pada Selasa (24/11/2020) usai kegiatan Sosialisasi Bawaslu di Balai Desa Lamoluo Kecamatan Wawonii Barat.

Karena strategi pengawasan pemilihan ini, lanjut Nur Rahmat, letaknya tidak hanya pada aspek penindakan saja. Tetapi aspek preventif atau pencegahan juga ini menjadi strategi Bawaslu.

Potretsultra

“Aspek pencegahan ini penting untuk kita lakukan dalam rangka meminimalisasi terjadinya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait Pemilukada,” jelasnya.

Nur Rahmat berharap, dengan sosialisasi Peraturan Bawaslu Nomor 8 tahun 2020 ini, para pihak pemangku kepentingan dalam Pilkada ini menjadi landasan ataupun referensi sebagai pegangan atau dipedomani sebagai bagian atau upaya untuk menjaga hak mereka dan kewajiban Bawaslu dalam penegakan hukum pemilihan.

Sementara itu di tempat yang sama, komisioner KPU Konkep Badran, S.Sos mengatakan bahwa, kondisi paling rentang terjadinya dugaan pelanggaran itu pada saat hari pemungutan suara. Apalagi, personil baik Bawaslu maupun KPU terbilang sedikit. Sehingga ia mengharapkan partisipasi seluruh pihak untuk sama-sama mengambil andil dalam suksesnya Pilkada 9 Desember 2020.

“Tanggung jawab pengawasan ini mestinya bukan hanya berada di pundak Bawaslu, tapi kita semua harus bertanggung jawab. Karena pada hari pemungutan suara itu sangat rentang terjadi dugaan pelanggaran,” ucap  Badran.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *