Catat! Ini 15 Hal Baru di TPS Pada Pilkada 2020

Keterangan Gambar : Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi (Sumber: Kompas.com)

Potretsultra

JAKARTA – 16 hari lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar, namun Pilkada kali ini ada yang beda dengan Pilkada-Pilkada sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi. Kata dia, ada 15 hal baru yang akan ada di tempat pemungutan suara saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di masa pandemi Covid-19.

“Kita mengurangi jumlah pemilih di TPS kalau Indonesia biasanya maksimal satu TPS itu 800 (orang) maka untuk Pilkada sekarang maksimal jadi 500 (orang),” kata Pramono beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Kompas.com

“Sehingga memang konsekuensinya ada penambahan TPS lebih banyak,” lanjut dia.

Lanjutnya, adapun Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Masa kampanye berlangsung selama 71 hari, dimulai sejak 26 September dan berakhir 5 Desember 2020. Sementara, hari pemungutan suara Pilkada rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember.

“Kita ingin meyakinkan masyarakat bahwa TPS kita aman, TPS kita sudah kita susun sedemikian rupa,” ujar dia.

Untuk diketahui, berikut ini 15 hal baru yang akan ada di TPS pada 9 Desember 2020 nanti.

  1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi dari maksimal 800 menjadi maksimal 500.
  2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih rata per jam, tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.
  3. Saat pemilih antre di luar maupun di dalam TPS diatur jaraknya sehingga tidak terjadi kerumunan.
  4. Dilarang bersalaman, baik antara petugas KPPS dengan pemilih, maupun sesama pemilih.
  5. Disediakan perlengkapan cuci tangan portabel di TPS, untuk digunakan pemilih sebelum maupun sesudah mencoblos.
  6. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas, disiapkan ganti 3 kali selama bertugas. Pemilih diharapkan membawa masker sendiri dari rumah. Di TPS hanya disediakan cadangan dalam jumlah terbatas.
  7. Petugas KPPS mengenakan sarung tangan karet selama bertugas. Setiap pemilih disediakan sarung tangan plastik (sekali pakai) di TPS.
  8. Petugas KPPS mengenakan pelindung wajah (face shield) selama bertugas.
  9. Setiap pemilih diharapkan membawa alat tulis sendiri dari rumah, untuk menuliskan atau memberikan tanda tangan dalam daftar hadir. Sehingga tidak terjadi satu alat tulis dipakai bergantian oleh ratusan orang.
  10. Setiap TPS disediakan tissue kering, bagi pemilih yang selesai mencuci tangan sebelum maupun sesudah mencoblos di TPS
  11. Petugas KPPS yang bertugas di TPS harus dilakukan rapid tes/tes swab sebelum bertugas, sehingga diyakini sehat/tidak membahayakan pemilih selama bertugas.
  12. Setiap pemilih yang akan masuk ke TPS dilakukan pengecekan suhu tubuh. Jika suhunya di bawah standar, dibolehkan untuk mencoblos di dalam TPS.
  13. Lingkungan TPS dilakukan desinfeksi sebelum, di tengah, maupun sesudah proses pemungutan dan penghitungan suara.
  14. Setiap pemilih yang selesai mencoblos tidak lagi mencelupkan jari ke dalam botol tinta, tetapi tintanya akan diteteskan oleh petugas ke jari pemilih.
  15. Jika ada pemilih bersuhu tubuh di atas standar, maka dipersilakan untuk mencoblos di bilik suara khusus, yang terletak di luar TPS, namun masih di lingkungan TPS tersebut.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *