Siswa di Baubau Goyang Erotis, Kadikbud: Keliru Dianggap Perilaku LGBT

Plt Kadikbud Sultra Asrun Lio, (Foto:La Ismeid)
Keterangan Gambar : Plt Kadikbud Sultra Asrun Lio, (Foto:La Ismeid)

Potretsultra

KENDARI – Diknas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mendengar informasi seorang siswa SMKN 1 Baubau yang menampilkan goyang erotis saat acara perpisahan kenaikan kelas di pentas panggung menggunakan pakaian seragam sekolah dan disaksikan warga setempat.

Namun apa yang dilakukan siswa tersebut, menurut Plt Kepala Diknas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra, Asrun Lio, hanya sebagai bentuk tarian dance modern. Sehingga katanya, keliru presepsi masyarakat, jika menganggap perilaku tersebut bagian dari LGBT.

Asrun Lio menjelaskan, tarian yang viral itu merupakan jenis ‘Dance Modern’. Tapi kekuranganya tidak menggunakan Pakem tertentu, tidak ada tatanan dalam gerak tari. Seharusnya kata dia, guru seni dapat mengarahkan potensi bakat seni siswa tersebut, agar gerak seni tari dance modern dapat bermakna, ini tugas guru seni.

Lanjut Asrun Lio, lalu ada pandangan masyarakat, mereka prihatin dengan kejadian itu. Seolah-olah gerakan siswa tersebut berdampak  prilaku lain, dan merusak psikologis siswa.

Potretsultra

“Tetapi saya berpandangan ketika melihat, gerak tubuh yang dilakukan siswa, bagian dari bakatnya, karena tidak semua siswa bisa melakukan gerak-gerik dengan melenturkan seluruh badanya,” kata Asrun Lio saat ditemui Jurnalis di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019).

Kata dia, Itu adalah bakat yang harus diperhatikan guru seni tari untuk dibimbing. Hal ini agar gerak tersebut menjadi gerakan-gerakan yang beraturan dan bermakna.

“Nah kalau gerak itu dianggap merusak tatanan moral dan mental siswa, sebenarnya tidak,” ujarnya.

Menanggapi Video yang sempat viral di Medsos Facebook, Asrun Lio pernah berkomunikasi langsung dengan mahasiswa yang sudah menamatkan Studi Seni Tari dan sekarang melanjutkan Pendidikan di Korea. Mahasiswa bersangkutan menilai, bahwa video itu adalah bagian tari dance modern hanya tidak beraturan.

“Terkait adanya sanksi kepada siswa bersangkutan, saya kira itu tidak ada. Karena gerakan itu adalah bagian bakat siswa yang harus diperhatikan gurunya,” pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *