Reses Perdana, Jumardin Temukan Dua Mega Proyek di Kolut Mangkrak

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Sultra Jumardin (Foto:Ist)

KENDARI – Perjalanan reses masa sidang I,Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H Jumardin, menemukan dua mega proyek bernilai Rp miliaran mangkrak di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Dua mega proyek tersebut yakni pekerjaan jalan kecamatan batu putih Porehu-Tolala senilai Rp 4,4 Miliaran yang bersumber dari APBD Provinsi Tahun anggaran 2019.

Kata dia, hingga sekarang proyek terbengkalai dan belum terselesaikan sampai tenggang waktu masa kontrak proyek. Selain itu pembangunan jembatan sungai Larui di Kecamatan Tolala juga pekerjaannya baru selesai sekitar 30 persen. Padahal proyek ini juga dianggarkan dari APBD Provinsi tahun anggaran 2019 senilai Rp 2,4 Miliaran.

“Kedua mega proyek ini berada di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sultra. Yang menjadi kontraktor pelaksana pekerjaan jalan adalah CV Alfa Media dan jembatan adalah CV Gemilang Utama.Anggaran kan sudah cair semua di Desember 2019, dan kalaupun ini (jalan dan jembatan, red) belum selesai dikerja seharusnya sudah dipenalty,” terang Jumarding di temui di Kendari, (6/2/2020).

Tapi lebih anehnya lagi berdasarkan pantuanya dilapangan, kenapa masih terlihat ada orang yang bekerja. Ini kan tidak masuk akal. Jumardin lebih detil lagi, proyek yang serupa dinaungi Dinas SDA dan Bina Marga Sultra pernah terjadi di tahun 2019 lalu, yakni proyek pembangunan tebing Sungai Lapai yang menelan anggaran Rp 2,4 miliar APBD 2018. Namun pembangunannya menyimpang dari perencanaan.

“Terkait proyek tersebut dulu saya sudah meminta hasil audit dari Inspektorat Provinsi. Namun hingga kini belum ada juga jawaban seperti apa hasilnya.Pada hal jelas, pengerjaan proyek tersebut, sudah mangkrak, disini kami duga ada indikasi korupsi pada kontraktornya,dan segera kami di DPRD untuk memanggil bersangkutan,” katanya.

Jika diakumulasi atas kerugian negara terhadap proyek tersebut, lanjut Jumardin, sebesar Rp7 Miliaran. Dia tegaskan tidak akan biarkan hal ini terus berlanjut. Sehingga dua mega proyek besar ini akan kami tindak lanjuti ke pimpinan dewan untuk kemudian menyurati dinas terkait dan kontraktor pelaksananya untuk dimintai keterangan kenapa proyek terbengkalai dan apa sebabnya.

“Jika terbukti ada indikasi korupsi dan merugikan negara maka kami akan rekomendasi kepada pihak berwajib untuk melakukan audit,” jelasnya.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *