PHK Puluhan Karyawannya, PT GKP Konkep Dinilai Cacat Administrasi

Keterangan Gambar : Ketgam: Penolakan tambang PT GKP. Foto: Istimewa

KONKEP – Sebanyak 48 karyawan perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai tidak prosedural.

Pasalnya, para pekerja tambang itu tidak pernah memegang atau pun menanda tangani kontrak kerja selama menjadi karyawan di PT GKP.

Salah satu anggota Humas PT GKP, Marno menyatakan, selama ia bekerja di anak perusahaan Harita Group itu, dirinya tidak pernah melihat kontrak kerjanya.

Olehnya itu, ia menduga adanya kecacatan administrasi dari PT GKP terhadap puluhan karyawan yang terkena PHK.

“Tidak pernah tanda tangan kontrak. Jadi saya bingung, kontrak mana yang dimaksud,” papar Marno yang telah di PHK pada Januari 2020 lalu saat ditemui di Kendari, Minggu (16/2/2020).

Tidak sampai di situ kata Marno, Manager Operasional PT GKP, Bambang Murtiyoso telah menyatakan akan memberhentikan semua karyawan pada 15 Februari 2020 lalu, namun katanya, faktanya yang terjadi hanya 48 pekerja saja yang di PHK.

“Faktanya hanya 48 kariawan yang dikorbankan sesuai data yang kami terima,” paparnya.

Sementara itu, dikutip dari CNNIndonesia.com, alasan tindakan PHK akibat penghentian sementara aktivitas PT GKP di Pulau Wawonii dan sebagian alat beratnya dipindahkan ke Obi Provinsi Maluku Utara.

“Kita terhambat karena pembangunan jalan hauling oleh tiga pemilik lahan yang belum dibebaskan. Sementara, alat berat kita tarik,” kata Bambang Murtiyoso dikutip dari CNNIndonesia.com.

Olehnya itu kata Bambang, sebanyak 300 karyawan telah di PHK, dari jumlah keseluruhan sebanyak 500 pekerja dengan status kontrak.

“Sisanya menyusul. Kita efisiensi dulu dan kita sesuaikan dengan masa kontra mereka (pekerja),” jelasnya.

Laporan: Aden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *