Pemkot Kendari Keluarkan Ultimatum Sterilkan Wilayah Perbatasan

Keterangan Gambar : Walikota Kendari H Sulkarnain K menyampaikan keterangan persnya terkait Covid 19 (Foto:Ismed)

KENDARI–  Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) Kendari bergerak cepat tanggap penyebaran virus Corona (Covid 19) di Wilayah teritorialnya.Terhitung mulai 1 April 2020 Pemerintah Kota Kendari mengeluarkan ulltimatum untuk mensterilkan akses keluar dan masuk ke wilayah Perbatasan Kendari.Hal Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di dalam Kota Kendari.

Wali Kota Kendari,H Sulkarnain Kadir menyampaikan wilayah pembatasan ini harus diaterilkan karena masih banyaknya kendaraan yang keluar dan masuk ke Kota Kendari setiap harinya.Data yang dihimpun Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Kendari menyebut setiap hari hampir seribu kendaraan yang keluar dan masuk Kota Kendari.

“Mulai sosialisasi saat ini, dan diberlakukan tanggal 1 April 2020 pukul 09.00 Wita, kita juga akan koordinasi dengan kabupaten lain terkait ini,” ujar Wakot dalam konferensi pers, Senin (30/3/2020).

Wali Kota Kendari mengatakan, pembatasan akan dilakukan bagi semua warga yang masuk dan keluar tanpa alasan jelas.

“Tidak jelas alasannya tidak boleh masuk, yang diizinkan hanya yang mendesak darurat dan tidak bisa ditunda, kalaupun boleh masuk akan didata, jangan sampai kategori Orang Tanpa Gejala (OTG),” sambungnya.

Lanjut Politis PKS ini yang dibolehkan masuk Kota Kendari harus menggunakan protokol yakni, harus melalui pemeriksaan fisik dan dipastikan dalam kondisi sehat (38 derajat), mengisi formulir yang disediakan (didata), prioritas untuk kendaraan ambulance yang membawa pasien sakit, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, dan pegawai dalam tugas dinas baik ASN dan swasta (ada surat tugas).

“Pemberlakuan pengawasan wilayah perbatasan ini akan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan, termasuk membatasi warga untuk mudik puasa dan lebaran,”ungkapnya.

Laporan:La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *