Naikkan Harga BBM, Massa Aksi: Jokowi Beri Kado Pahit Awal Juli

Massa Aksi Aliansi Mahasiswa Bersuara (Foto: Irman)
Keterangan Gambar : Massa Aksi Aliansi Mahasiswa Bersuara (Foto: Irman)

KENDARI – Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersuara menggelar aksi damai yang bertajuk “Tolak Kebijakan yang Menyengsarakan Rakyat” di Jalan rute Wuawua tugu religi MTQ Kendari, Sabtu (07/07/2018).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muslim, kado pahit di awal bulan juli kembali diberikan penguasa untuk rakyatnya secara diam-diam. Untuk sekian kalinya Presiden Joko Widodo melalui BUMN kembali menaikkan harga BBM.

“Terhitung mulai 1 Juli 2018 kemarin PT PERTAMINA (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax menjadi Rp. 9.500 dan Dexlite menjadi RP.9000 /liter,” ungkap Muslim dalam aksinya.

Kata dia, pemerintah berdalih menaikkan harga BBM non Subsidi tersebut karena harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan. Selain itu, lanjutnya, melemahnya nilai tukar rupiah juga menjadi penyebab kenaikan harga BBM.

Lanjut Muslim, Indonesia sebagai negara importer minyak mentah sangat sensitif terhadap pergerakan dolar. Tercatat nilai impor minyak Indonesia sebanyak 350-500 ribu barel per hari.

“Dan tidak kenaikan BBM saja, namun gas LPG dan Tarif Dasar Listrik juga naik akibat pencabutan Subsidi,” jelasnya.

Perpres No.191/2014, tambah Muslim, menjadi biang keladi atas pembusukan makna BBM sehingga dibatasi antara minyak tanah, premium dan solar. Definisi ini, kata Muslim, telah mengakomodir kesewenang-wenangan pemerintah dalam menaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

Olehnya, lanjut Muslim, Aliansi Mahasiswa Bersuara Menyatakan Sikap:
1. Menyerukan agar Rezim Jokowi segera mencabut kebijakan kenaikan harga BBM dan tidak menyerahkan kepada mekanisme pasar.
2. Menyerukan kepada rezim Jokowi untuk menghentikan berbagai upaya meliberalkan negeri ini di berbagai sektor kehidupan termasuk dalam pengelolaan barang-barang tambang.
3. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal upaya perjuangan mahasiswa dalam menyingkirkan segala bentuk kekufuran di negeri ini yang diwujudkan dengan mencampakan Sistem Demokrasi –Kapitalisme.
4. Menyerukan kepada mahasiswa agar konsisten dengan arus perjuangannya yakni menjadikan Islam sebagai solusi dari setiap permasalahan yang terjadi dinegeri Indonesia.

Reporter: Irman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *