Menej Unsultra,Andi Bahrun:Bersinergi Semboyang Ki Hajar Dewantara

Keterangan Gambar : Prof Andi Bahrun

KENDARI-Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSC Agric,terus menunjukan kerja keras upaya menata serta memenej perkembangan kampus  Seksi itu,mulai dari infranstruktur sistem pelayanan,dan peningkatan Sumber daya manusia yang lebih mumpuni.Kiprah tersebut dibuktikanya sejak dilantiknya pada 12 Desember 2013 lalu oleh Eks Gubernur Nur Alam.

Branding Seksi yang digunakan kata Andi, dalam artian akronim yaitu S adalah (santun dan beretika) E (elok dan nyaman) K (kreatifitas dan inovatif) dan I (idaman dan berdaya saing).Alhasil kibaran tersebut perwajahan Unsultra di Usia yang 33 sekarang ini,makin nampak dan diperhitungkan baik dalam negeri maupun luar negeri.Itu terbukti adanya perguruan tinggi yang diluar sana menjalin kerjasama atau Momerandum Of Understand (MoU) dengan Unsultra.

“Saya menyadari bahwa unsultra era itu banyak tantangan yang harus dirubah secara pelan-pelan,maka Sejak pertama saya diajak dan dikomunikasi oleh Nur Alam selaku pihak yayasan dengan pertanyaan maukah membantu dan memperbaiki unsultra.Waktu itu saya tidak lansung jawab.Saya merenung,dan saya tanya hati saya sembari berdoa meminta petunjuk kepada Allah SWT,”katanya.

“Kala itu saya yakin dan saya siap maupun menahkodai kampus,meski itu tidak muda dan tantanganya besar membangun unsultra kala itu.Tantanganya banyak,saya mulai beda infrastrukturnya,sistimnya,sdm nya dan mendiagnosa kebutuhan,tentu banyak tantanngan,”sambunya lagi.

Maka dengan berkaca kondisi tersebut Lanjutnya,mulailah mensinergikan dengan semboyan Pahlawan nasional,Ki Hajar Dewantara yakni.“ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso,”.”Tapi bagi saya di Unsultra saya Gunakan ing ngarso sung tulodo yakni selalu tampil didepan. Karena masih banyak saya tampilkan setelah itu baru ing madyo mbangun karso tut wuri handayani,” tetapi masih dominan ing ngarso,”katanya.

“Berbekal modal tersebut dirinya,coba merubah dengan berinovasi yaitu menciptkan hal-hal baru dalam internal.Kami punya slogan tidak ada hari tanpa inovasi melakukan sesuatu.Dan kita coba meramu itu dengan terus memperkuat jaringan memperbaiki silaturahmi dan mencoba membina kebersamaan dan keharmonisan,”ujar Andi Bahrun di Kendari,(29/1/2019).

Andi bilang,diawalnya publik semua tahu wajah unsultra seperti apa,tapi mulai di perbaiki sistem,program dan strategi yang tepat diterapkanya.

“Alhamdulilah sekarang mendapat kepercayaan publik,kepercayaan pemerintah daerah,institut kepercayaan stakeholder baik dalam negeri hal ini terbukti dengan meningkatnya signifikan jumlah instasi perguruan tinggi yang mau bermitra.

Tidak hanya itu masih Andi,ditandai lagi dengan SDM yang telah bergabung dengan unsultra yang berasal dari perguruan tingi lain.”Kalau kita ingin mendapat kepercayaan masyarakat atau animo seorang siswa ingin lanjut keperguruan tertentu atau orang tuanya menyekolahkan anaknya harus lebih dulu menanamkan kepercayaan.

“Maka Unsultra saya selalu katakan maka kita harus membuat selalu dipercaya,yah kita perbaiki manajement,perbaiki sistim layanan orientasi kepada kepuasaan pelanggan.Kita perbaiki infranstruktur reseptentatif,pelayanan maksimal sdm dosen makin bertamba doktornya dan saya berdoa segera menyusul guru-guru besar profesor dan kemudian tingkat sdm mahasiswa dan dosen salah satunya melalui workshop seminar tapi kuliah umum baik pakar-pakar praktisi,politisi utamnya tokoh nasional bahkan lauar negeri.

“Selain itu saya menginginkan semua prodi lebih unggul.Disamping saat ini kita sudah memiliki prodi unggulan.Salah satu keunggulan Unsultra saat ini adalah prodi hukum.Hingga diusia ke 33 Unsultra cukup mata hal ini dengan melihat pencapaian dan kondisi sekarang terjadi pencapaian satu infranstruktur adalah selesainya pembanguna rusunawa dan saya beri nama asrama unsultra calon pemimpin masa depan,”harapnya.

Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun,berpose bersama dengan yang mendapatkan anugrah award unsultra 2020 pada acara diesnatalis ke 33

Lebih lanjut dia,kemudian Alhamdulilah tahun diesnatalis ke 33 ini,baru terwujud untuk memberikan apresiasi terimah kasih dan penghargaan civitas akademik terhadap para pendiri yang berjasa dan berkontribusi dalam proses perkembangan dan kemajuan Unsultara sampai pencapaian saat ini.

“Kami sungguh menyadari bahwa sesungguhnya sejak kelahiran kampus yang membawa nama daerah ini banyak sekali pihak atau tokoh baik individu maupun kelompok yang terlibat punya kontribusi didalam setiap bentuk perkembangan unsultra.

“Dari situlah kami melihat dan mengintervarisir dan awalnya kami menemukan ada sekitar 25 nominasi tapi kami membentuk tim penilai tapi didapatlah 10 yang diberikan penerima anugrah Unsultra award 2020,”

“Kita buat matriks dan mengintervarisir baik perorangan maupun institusi.Setelah kami pilah nyata 3 eks Gubernur Sultra, H Alala,(Alm) Kaemuddin (Alm),ek Gubernur Sultra Nur Alam,dan Gubernur Sultra H Ali Mazi,dan saya kira pantas mereka mendapatkan anugrah award,”terangnya.

Selain itu institusi dan pihaknya melihat DPRD Sultra sangat besar jasa-jasanya,kemudian koran Harian Kendari Pos,RRI,Kotan Harian Rakyat Sultra dan itu menurutnya,sebenarnya bukan hanya berita tetapi kerjasama yang diinisiatif bersama.Baik media melibatkan Unsultra atau sebalikanya unsultra melibatkan media atau institusi sehingga terpilihlah 10 nominasi award unsultra.

“Kendatipun kami tahu banyak harus mendaptkannya,tapi masih ada waktu word berikutnya.Penerima award ini adalah bagian dari sejarah kemajuan unsultra.Kalau mau maju tidak boleh melupakan sejarah.Kalau mau buat sejarah jangan lupa sejarah karena sangat besar kontribusi pahlawan yang mendirikan yayasan,”pungkasnya.

Laporan:La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *