Manfaatkan Pekarangan Rumah, Desa Sinar Masolo di Konkep Kembangkan Hidroponik

Keterangan Gambar : Ilustrasi

KONKEP – Melalui Dana Desa yang digelontorkan tiap tahun oleh pemerintah, sudah seharusnya para Kepala Desa (Kades) melakukan inovasi-inovasi untuk memajukan desanya.

Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh para Kades di seluruh tanah air untuk membawa desanya menjadi maju dan mandiri secara ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melakukan inovasi desa di sektor perkebunan.

Seperti yang dilakukan oleh Pelaksana Kepala Desa Sinar Masolo, Sapril ST. Dia melihat, desa yang dipimpinnya itu saat ini sangat bergantung pada tanaman jangka panjang seperti cengkeh, jambu, dan merica.

“Selama ini saya lihat khususnya Desa Sinar Masolo, selama ini ketergantungan dengan tanaman jangka panjang. Makanya saya seimbangkan supaya masyarakat juga di bulan-bulan paceklik masyarakat bisa beralih ke tanaman jangka pendek,” ujar Sapril saat ditemui Potretsultra.com, Minggu (29/9/2019).

Lanjut Sapril, tanaman jangka pendek tersebut ditanam secara hidroponik. Rencananya, untuk tahap awal yang ditanam itu sayur kol dan tomat. “Mereka bisa menanam sayur hidroponik ini di area pekarangan rumahnya masing-masing, dan tiap tiga bulan sudah bisa panen,” terangnya.

Sebelum digelar praktek menanam hidroponik, tambah Sapril, warga Desa Sinar Masolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ini akan dibekali pengetahuan cara menanam hidroponik melalui pelatihan yang akan diadakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes).

“Seluruh masyarakat wajib mengikuti pelatihan hidroponik ini, saya akan turunkan tim ahli profesional yang akan melatih mereka,” jelasnya.

Sapril juga mengatakan, rencananya kegiatan itu akan direalisasikan pada bulan November tahun 2019 melalui Dana Desa (DD) tahap III.

“Pelatihannya dianggarkan Rp 16 Juta, untuk tanaman hidroponiknya, sudah lengkap satu set dari bibit, pupuk, dan media tanamnya itu Rp 40-an Juta,” katanya.

Untuk tahap awal ini, Sapril mengaku penanaman sayur secara hidroponik itu akan diprioritaskan ke ibu-ibu PKK sebagi percontohan. Ketika nanti ada masyarakat yang respon besar, maka akan kita usulkan untuk APBDes tahun 2020.

“Saya ingin gandeng Ibu PKK agar punya usaha sendiri, dan bekerja sama dengan Bumdes. Targetnya bisa dipasarkan minimal keluar desa,” tandasnya.

Laporan: Jubirman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *