Genjot Pembangunan di Akhir Periode, Amrullah Dinilai Keluarkan ‘Ajian Pamungkas Politik’

Keterangan Gambar : Tokoh Pemerhati Pembangunan Konkep, La Bania

KONKEP – Pembangunan infrastruktur jalan yang digenjot Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan (Konkep) di akhir kepemimpinannya menuai pro kontra.

Tokoh pemerhati pembangunan Konkep, La Bania mengaku mengapresiasi upaya Bupati Konkep Amrullah dalam menuntaskan program pembangunan jalan yang menelan anggaran Rp 53,93 Milyar. Namun kata dia, hadir sebuah pertanyaan besar, mengapa tidak dilakukan sejak dulu secara bertahap.

“Pada dasarnya harus diapresiasi, namun tetap mengisahkan suatu pertanyaan. Kenapa sih tidak dari tahun-tahun awal infrastruktur jalan dibangun,” ujar Bania kepada Potretsultra.com, Sabtu (28/9/2019).

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya ini juga mempertanyakan soal adakah hal yang lebih penting daripada infastruktur jalan, sehingga program ini dilaksanakan di akhir periode. Karena pada dasarnya, menurut Bania, demokrasi bertujuan untuk mendorong pembangunan. Maka pembangunan infrastruktur di fase awal menjadi sebuah keharusan.

“Mewujudkan misi infrastruktur jalan pada fase awal adalah keharusan. Tujuannya jelas, menggerakan roda ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bania menilai pembangunan 13 ruas jalan Konkep yang digenjot di akhir kepemimpinan ini menjadi ‘jurus pamungkas’ politik untuk dijual di Pilkada Konkep tahun 2020 mendatang.

“Bisa jadi pembangunan 13 ruas jalan di akhir periode berpotensi masuk dalam kerangka sebagai ajian pamungkas demokrasi tahun 2020. Konsekuensinya jelas, kita masih jauh diskusi tentang Konkep menuju infrastruktur berkualitas atau Konkep menuju ekonomi hijau berkualitas,” terangnya.

Menurut tokoh pemuda dari Desa Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara itu, pembangunan infrastruktur jalan seharusnya bukan hanya sekedar janji politik saja.

“Ini bukan hanya persoalan memenuhi janji politik yang muluk-muluk, yang beberapa orang menyebut setahun aspal bisa keliling, atau lempar rumahku kalau tidak bisa bangun jaringan dalam setahun, tetapi lebih dari itu, bagaimana kebijakan pembangunan dapat dinikmati rakyat kecil,” tegasnya.

Laporan: Jubirman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *