Mahasiswa Konut Pulang dari China Tanpa Karantina, Bariun: Pemerintah Harus Waspada

Keterangan Gambar : LM Bariun

Potretsultra

KENDARI – Dewan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), LM Bariun menyayangkan atas informasi kepulangan mahasiswa kedokteran asal Kabupaten Konawe Utara (Konut) dari China, tanpa proses karantina dan deteksi dari pihak rumah sakit setempat.

Harusnya kata Bariun, dilakukan karantina dan deteksi dulu jangan dibiarkan, sebab di negeri China sekarang ini terkena wabah penyakit yakni adanya virus corona yang dapat menghilangkan nyawa seseorang. Virus tersebut sangat berbahaya. Jika ada mahasiswa atau keluarga yang baru pulang dari sana harus melalui proses karantina.

“Kita mesti waspada jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. Ironis mahasiswa tersebut tidak melalui proses karantina. Saya anggap ini kelemahan¬† pemerintah dan diknas terkait dalam melakukan pengawasan,” ujarnya di Kendari, Rabu (6/2/2020).

Direktur Pasca Sarjana Unsultra ini menjelaskan, tentu kondisi tersebut pemerintah daerah dan dinas terkait harus melihat sejauh mana kesigapan rumah sakit dalam mengawasi keluar masuknya tenaga kerja warga China di daerah itu, termaksud mahasiswa yang baru pulang dari China.

“Mereka harus diselidiki dan dikarantina walaupun tidak terjangkiti virus corona, bersangkutan itu dari sana kenapa dibiarkan dan ini suatu kelemahan pengawasan,” ungkapnya.

Diharapkan pemerintah daerah harus bersinergi dengan instasi rumah sakit dan dinas kesehatan setempat guna meningkatkan kewaspadaan. Dimana lanjutnya Dinas kesehatan mencermati kondisi tersebut yakni melakukan kerjasama dengan perhuhungan setiap warga asing yang masuk dipelabuhan jeti seyogyanya harus dideteksi.

“Nah pertanyaannya sekarang sejauh mana koordinasi dengan pihak diknas terkait dengan mencegah virus corona yang keluar masuknya dari pihak tenaga warga negara China didaerah itu.

“Saya melihatnya virus corona ini darurat bagi kita lebih kejam dari virus AIDS, virus ini tidak ada jangka waktu begitu terkena virus tidak sadar bahkan dapat meninggal,” katanya.

Dengan adanya kejadian ini diharapkan kepada rumah sakit kabupaten/kota harus menyiapkan sarana itu.

“Konawe dan Konawe Utara berbasis tenaga kerja, warga China pihak rumah sakit harus sigap dengan perlengkapan alat deteksi,” pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *