Keluarga Besar Ali Mazi Resmi Polisikan Terduga Pelaku Pembakaran Replika Pocong

Keterangan Gambar : Perwakilan Keluarga Besar Ali Mazi, Samidu (Kiri) Didampingi Pengurus Perekat Kepton, Suharmin Arfad (Kanan)

KENDARI – Terduga pelaku pembakaran replika pocong bertuliskan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi saat aksi penolakan Tenaga Kerja Asing (TKA) pada Selasa (23/6/2020) lalu kini resmi dipolisikan oleh Keluarga Besar Ali Mazi.

Perwakilan Keluarga Besar Ali Mazi, Samidu kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, pihaknya resmi mengadukan pelaku yang diduga melakukan pembakaran replika pocong tersebut ke Polda Sultra. Ia mengaku, hal ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan yang dilontarkannya beberapa waktu lalu. Karena tindakan pembakaran tersebut merupakan penghinaan terhadap salah satu keluarganya yakni Ali Mazi.

Pada 29 Juni kemarin, Samidu resmi melaporkan pelaku yang diduga melakukan gerakan pembakaran replika pocong bertuliskan nama Ali Mazi di gerbang Ranomeeto, kemudian diinjak-injak lalu dibakar.

“Pengaduan saya kemarin sudah diterima, lalu saya di BAP,” ujar Samidu didampingi pengurus Perekat Kepton, Selasa (30/6/2020).

Samidu sepenuhnya menyerahkan kepada pihak Polda Sultra untuk melakukan pengembngan atas kasus dugaan pembakaran replika pocong bertulis Ali Mazi. Dari sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pembakaran, Samidu hanya menyebutkan satu nama. “Ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari media online,” katanya.

Samidu meminta pihak Polda Sultra agar segera mengambil tindakan tegas kepada siapa saja yang telah melakukan dugaan penghinaan dalam kasus replika pocong tersebut. Sebagai kelurga, Samidu mengaku tidak menerima atas tindakan itu.

“Kami tidak anti demo, tetapi mari demo beretika dengan tidak merusak harkat dan martabat nama orang lain, jadi yang kami laporkan ini adalah pribadi orang yang telah melakukan perbuatan penghinaan,” tegasnya.

Meski begitu, Samidu masih membuka ruang jika pelaku dugaan penghinaan tersebut beritikad baik untuk meminta maaf.

“Ketika mereka memiliki itikad baik jelas kami terima. Tentu permintaan maaf ada tata caranya, dan aampai sekarang belum ada yang datang meminta maaf. Kami masih terbuka kok,” ucap Samidu.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *