Kasus Pemukulan Kader HMI Baubau Kembali Memanas, Korban Bantah Tuduhan Terima Uang

Keterangan Gambar : Barisan Gerak Jalan HMI Baubau yang Berujung Ricuh (Foto: Redaksi)

Potretsultra

BAUBAU – Insiden pemukulan kader HMI cabang Baubau yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP pada gerak jalan indah kini kembali memanas.

Korban kasus pemukulan itu dituding bahwa dirinya telah menerima sejumlah uang agar kasus tersebut ditutup. Mendengar hal ini, korban atas nama Yazit Salim itu geram dan membantah tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya.

Yazit Salim, dengan tegas membantah tuduhan atas dirinya telah menerima sejumlah uang dari pihak tersangka. Uang tersebut dimaksudkan agar kasus pemukulan ini tidak ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian seperti yang dituduhkan salah satu akun facebook berinisial KS di sosial media.

“Tuduhan itu tidak benar, saya tidak pernah menerima uang dari tersangka sepersen pun, apalagi untuk menutupi kasus ini. Dan untuk tuduhan KS saya akan telusuri, hal ini sama saja telah mencemarkan nama baik saya. Bila perlu saya akan laporkan akun palsu itu,” tuturnya pada Kamis (5/12/2019) via seluler.

Atas tuduhan ini, Yazit meminta agar Polres Kota Baubau segera menangkap pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa hari lalu. Pasalnya, kata dia, kasus ini sudah terlalu lama tidak menemukan titik terang.

Potretsultra

“Memang kasus ini sudah lama belum ada titik terangnya, saya akan minta Polres segera menangkap pelaku yang sudah ditersangkakan agar tidak ada lagi tuduhan seperti ini,” tambahnya.

Selain itu, Yazit juga merasa terhina atas tuduhan akun facebook berinisial KS tersebut. Sebagai korban, kata dia, akun sosial media tersebut telah menjatuhkan harga dirinya.

Untuk diketahui, insiden pemukulan Kader HMI oleh terduga oknum Polisi Pamong Praja (Pol-Pp) Kota Baubau ini terjadi pada kegiatan Gerak Jalan Indah (15/08) lalu. Kasus tersebut resmi dilaporkan di Polres Kota Baubau dengan Nomor : LP/175/VIII/2019/RES BAUBAU.

Seperti dilansir dari media Zonasultra.com, Dalam pengembangan kasus tersebut, pada tanggal (07/11/2019), Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kota Baubau, AKP Ronal Arron Maramis telah menetapkan satu tersangka berinsial DC. Ia merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) anggota Satpol-Pp Kota Baubau. DC ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa tiga orang saksi dari Satpol-PP dan Kader HMI.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *