Kampanye Tolak Tambang di Wawonii, Ali Mazi Ditagih Janji Politiknya

Massa Aksi PMMW di Kantor Gubernur Sultra (Foto: Jubirman)
Keterangan Gambar : Massa Aksi PMMW di Kantor Gubernur Sultra (Foto: Jubirman)

KENDARI – Gelora penolakan tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan terus disuarakan. Kini, massa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) menyambangi kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (13/11/2018).

Kedatangan mahasiswa dan masyarakat Wawonii itu untuk menagih janji Gubernur Sultra Ali Mazi yang dalam kampanye politiknya mengatakan bahwa aktivitas pertambangan tidak layak dilakukan di Konkep. Janji tersebut terus ditunggu oleh ribuan masyarakat di Bumi Kelapa itu.

Koordinator lapangan aksi, Veri Irawan mengatakan, pihaknya mendesak Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk segera mencabut seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Konkep.

“Kami desak Bapak Ali Mazi dan Bapak Lukman Abunawas agar segera cabut semua IUP di Konkep,” teriak Veri dalam orasinya.

BACA JUGA: Rakyatnya Tolak Tambang, DPRD Konkep Terima?

BACA JUGA: DPRD Sultra Siap Aspirasikan Penolakan Tambang Konkep ke Gubernur Sultra

Karena menurut Veri, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sultra Nomor 2 Tahun 2014 pasal 39 bahwa Konkep tidak diperuntukkan untuk kawasan pertambangan. Melainkan untuk kawasan pertanian dan perikanan.

Selain itu, kata Veri, dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Konkep tahun 2018 bahwa Pulau Wawonii tersebut sangat rawan dengan bencana longsor dan banjir tiap tahunnya.

“Jadi wilayah Konkep sangat tidak layak untuk ditambang. Jika ini dibiarkan, maka dampak lingkungan yang sangat besar akan terjadi,” katanya.

Veri juga menambahkan, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2011 bahwa 28 pulau kecil di Indonesia tenggelam dan 24 pulau kecil juga terancam tenggelam.

“Salah satu penyebab tengelamnya pulau-pulau kecil itu karena adanya aktivitas pertambangan,” jelasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *