KENDARI – Kondisi jalan rusak di kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, kembali menjadi sorotan publik.
Kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu kini semakin parah dan membahayakan bagi pengguna jalan. Warga pun kembali menyuarakan kekecewaannya dan menagih janji pemerintah yang kini belum juga direalisasikan.
Beberapa ruas jalan utama di kawasan tersebut tampak berlubang parah, yang dimana tergenang air di saat hujan, aspalnya terkelupas. Akibatnya tak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang rusak.
Hal ini disampaikan Ketua RT 06/RW 02 Kelurahan Labibia, Andeluru. Ia mengungkapkan, pengusulan erbaikan jalan sudah mulai ia lakukan semenjak dirinya menjadi RT pada tahun 2021 hingga tahun 2025. Usulan beberapa kali ia sampaikan di setiap kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) dan menjadi program prioritas. Akan tetapi hingga kini tidak ada realisasi dari pemerintah.
“Sudah lama sekali kami usulkan agar jalan ini diperbaiki, akan tetapi sampai sekarang tidak ada juga realisasi. Setiap tahunnya hanya dijanji terus” ujar Andeluru, saat di wawancarai (29/7/2025).
Andeluru menyebutkan, kondisi jalan sepanjang satu kilometer di jalan tersebut makin hari makin menghawatirkan. Padahal jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk beraktivitas. Namun respon dari pemerintah terhadap keluhan tersebut dinilai hanya sebatas janji saja namun realisasi saja tak pernah pernah terwujud dalam aksi nyata.
“Sudah 3 kali Musrembang kita usulkan dan tahun ini sudah yang ke-4 kali diusulkan tidak ada juga respon untuk diperbaiki jalan itu, katanya sudah masuk program prioritas, tapi sudah bulan 8 ini belum ada tanda-tanda,” ungkapnya.
Kata Andeluru, sebagian besar warga berharap Pemerintah Kota Kendari segera turun tangan untuk merealisasikan perbaikan jalan seperti yang telah dijanjikan dalam beberapa kali dalam musyawarah warga maupun reses anggota dewan.
“Kami tidak minta jalan berlapis beton, cukup diperbaiki agar aman dilalui dan tidak rusak separah ini” harapnya.
Harapan masyarakat masalah ini segera mendapat perhatian agar tidak terus menjadi keluhan setiap tahunnya diungkapkan. Akan tetapi harus ada solusi nyata yang dilakukan oleh pemerintah.
Laporan: Jumrin

























Tinggalkan Balasan