Indonesia dalam Pusaran Perebutan Pangan Dunia

Keterangan Gambar :

Dewasa ini kompetisi global semakin kompleks dan meruncing tajam. Hendaknya kita perlu memahami berbagai tantangan dan peluang, agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang. Persaingan global antar negara di dunia perlu diwaspadai.

Hal ini dikarenakan konflik dapat terjadi disebabkan berlatar belakang energi dan pangan. Sejarah pernah mencatat banyak konflik di negara-negara belahan dunia karena perebutan energi. Tengoklah perang Irak-Iran yang disebabkan Iran sebagai negara pemilik minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi. Dan kisah perseteruan antara Ukraina dan Rusia pun dipicu gara-gara soal energi yaitu pasokan gas.

Kala itu para pemimpin negara-negara bekas Uni Soviet di Kiev, Ukraina, menuduh Rusia telah menggunakan minyak dan gas bumi untuk mengintimidasi para tetangganya. Rusia sempat menghentikan pasokan gas ke Ukraina ketika Kiev berkeras tak mau menerima kesepakatan harga baru.

Konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. Kedepan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia. Hal ini sangat mengingatkan kita dengan Tokoh Proklamator Indonesia, Ir Soekarno, bahwa kekayaan alam Indonesia kedepannya akan membuat iri negara-negara di dunia.

Bahkan Presiden Joko Widodo lebih tegas mengatakan bahwa kekayaan alam Indonesia menjadi malapetaka bagi negeri ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan melimpah di dunia. Tentu ini adalah fakta yang telah diketahui sejak awal oleh masyarakat dunia.

Lihatlah sejarah Kerajaan Singasari yang pernah didatangi oleh pasukan Mongolia untuk melakukan invasi di Nusantara. Lihat pula sejarah kedatangan bangsa Eropa mulai dari Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda, yang bahkan melakukan penjajahan terhadap Indonesia. Jepang yang datang terakhir untuk menguasai Indonesia juga memiliki tujuan yang sama,yakni melirik kekayaan alam Indonesia.

Bukti-bukti sejarah di atas telah menceritakan bahwa sejak awal Indonesia memang telah menjadi lahan perebutan dunia. Setelah Indonesia merdeka dan memasuki umurnya yang ke 73 ini (17 Agustus 2018), harapannya adalah Indonesia telah bebas dari incaran dan cenkeraman negara-negara lain.

Ternyata harapan ini seolah mimpi di siang bolong. Indonesia masih saja dalam incaran dan perebutan bangsa lain. Banyak negara-negara maju telah menancapkan kukunya di Indonesia dengan mengeruk kekayaan alamnya melalui perusahaan-perusahaan besar yang didirikannya.

Tercatat, ada 7 perusahaan besar asing yang berhasil mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia, yaitu PT Freeport (Amerika Serikat), PT Chevron Pacific (Amerika Serikat), PT Newmont (Amerika Serikat), Petro China (China), Conoco Philips (Amerika Serikat), BP (Inggris), dan Niko Resources (India).

Selain AS, Inggris, China, dan India, negara maju lainnya yang ikut mengeruk kekayaan alam Indonesia adalah Prancis. Perusahaan Prancis melalui Danone mendirikan perusahaan bernama PT Aqua Golden Mississippi Tbk.
Perebutan Indonesia oleh negara-negara lain di dunia akan sampai pada puncaknya ketika dunia masuk dalam babak krisis pangan.

Setelah dunia berebut energi fosil seperti gas, batu bara dan minyak bumi, kini perlahan dunia akan memperebutkan energi hayati yang berasal dari tumbuhan. Sehingga perebutan pangan menjadi fakta yang tak terbantahkan. Pada tahun 2017 diperkirakan dunia telah memuat 8 milyar manusia, padahal daya tampung bumi normalnya hanya menampung 3-4 milyar manusia.

Di satu sisi, ketersediaan energi fosil, khususnya minyak, makin menipis. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi energi terus meningkat 40 persen akibat penambahan populasi dunia. Pergeseran dari energi fosil ke energi hayati akan memastikan dunia mencari letak mana kawasan daerah ekuator berada. Daerah ekuator berada di kawasan Asia Tenggara, Afrika Tengah, dan Amerika Latin.

Indonesia adalah negara yang di kawasan ekuator yang memiliki kekayaan alam terbesar di Asia Tenggara. Pada titik inilah Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Indonesia dengan kekayaan alamnya akan menjadi rebutan. Dalam kontek ini pula, Indonesia akan selalu dilemahkan dan diincar karena untuk merebut kekayaan alamnya.

Dengan melihat fenomena yang terjadi saat ini Indonesia akan menjadi lahan perebutan oleh Negara dunia akibat krisis pangan dunia. Mestinya bangsa Indonesia harus lebih mempersiapkan diri untuk bisa kompetitif dengan Negara-negara di dunia.

Harapannya Bangsa Indonesia mampu menjawab atas tuntutan dan tantangan zaman terhadap problematika pangan dunia dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia menyambut 100 tahun Indonesia merdeka (2045).

Penulis: Erianto Masrin (Ketua Umum HMI Komisariat Faperta UHO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *