Hadapi Era 4.0, SMPN 14 Buteng Terapkan Ujian Berbasis Android

Keterangan Gambar : Suasana Ujian Berbasis Android di SMPN 14 Buteng

Potretsultra

BUTENG – Menghadapi era industri 4.0, berbagai instansi mulai menggunakan sistem digitalisasi. Beberapa sekolah mulai menerapkan ujian berbasis android.

Hal ini seperti dilakukan oleh SMPN 14 Buton Tengah (Buteng) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sekolah yang terletak di Desa Watorumbe Kecamatan Mawasangka Tengah ini menjadi satu-satunya sekolah di Buteng yang telah menerapkan sistem android dalam pelaksanann ujian, baik Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhis Semester (UAS).

Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru yang juga Proktor SMPN 14 Buteng, Maslan, S.Pd. Kata dia pihaknya telah menjalankan ujian berbasis android ini pertama kali diterapkan saat Ujian Tengah Semester tahun pelajaran 2019/2020. Namun saat itu, hanya kelas IX saja yang dijadikan percobaan awal. Kaa dia, ujian berbasis android ini betujuan agar melatih para siswa untuk membiasakan diri dalam menghdapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Tujuannya untuk melatih siswa-siswi agar terbiasa karena ke depannya, masing-masing mereka akan menghadapi UNBK. Karena, aplikasi ini tampilannya persis dengan tampilan UNBK, dan untuk menghadapi era 4.0,” jelasnya.

Suasana Ujian Berbasis Android di SMPN 14 Buteng

Suasana Ujian Berbasis Android di SMPN 14 Buteng

Alumni Jurusan Pendidikan Matematika Unissula Semarang ini juga menerangkan, untuk teknisnya, ujian dibagi dalam beberapa ruangan dan beberapa sesi. Dimana, tiap satu ruangan terdiri dari 20 orang dan pada ulangan semester ini di bagi 3 sesi. Dengan ujian berbasis android ini, ulangan benar-benar efektif.

“Sangat efektif dan sangat rahasia, karena soal diacak dan opsinya juga teracak,” terangnya.

“Dan yang penting lagi, nilai dan analisis soal langsung muncul setelah waktu pelaksanaan ulangan selesai. Guru mata pelajaran tidak direpotkan lagi untuk memeriksa hasil ulangan siswa,” sambungnya.

Kata Maslan, soal dan jawaban persis seperti pelaksanaan UNBK. Soal yang ditampilkan pun antara satu siswa dengan siswa lainnya tidak sama, karena menggunakan sistem acak. Tujuannya agar siswa serius mengikuti ujian sekaligus melatih diri dan kemampuan para siswa.

Selain itu, tambah Maslan, dengan menggunakan sistem android ini siswa lebih dimudahkan untuk mengerjakan soal. Dengan menggunakan aplikasi ujian di smartphone para siswa juga tidak bisa melakukan kecurangan. Selain soalnya yang diacak, siswa juga tidak bisa membuka mesin aplikasi pencarian google.

“Semua mata pelajaran sudah menggunakan berbasis android,” tutup alumni HMI Cabang Semarang ini.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *