Gubernur Ali Mazi Suplai Bantuan, Cuitan Laode Syarif Dinilai Hanya Cari Sensasi

Keterangan Gambar : mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa UHO dan Pegiat Media Sosial, Suharmin Arfad

KENDARI – Cuitan twitter Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), La Ode Muhammad Syarif tentang gambar grafis Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada kemasan bantuan, mendadak menjadi sorotan publik.

Cuitan tersebut diupload pada 05 Mei 2020, tepatnya pukul 17.41 Wita melalui media sosial Twitter akun pribadi milik Laode Muhammad Syarif.

“Photo Gubernur Sultra di pembungku bantuan. Kira2 brp Ongkos Cetak Photo di setiap kantong itu? Itu bantuan Pemerintah Pakai uang Rakyat, tidak pakai uang pribadi.

Kalau pakai uang pribadipun, lebih mulia kalau tdk pakai photo. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui,” tulis @LaodeMSyarif yang dilengkapi dengan foto sejumlah karung berisi bantuan dimaksud.

Komentar tersebut dinilai berlebihan dan hanya mencari sensasi belaka. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa UHO dan Pegiat Media Sosial, Suharmin Arfad.

Menurutnya, hal seperti ini tidak hanya terjadi di Sulawesi Tenggara. Banyak dan bahkan hampir seluruh daerah di Indonesia yang menyalurkan bantuan sembako dilengkapi dengan logo gambar kepala daerah. Bedanya, ada yang menggunakan bahan dari kardus dan ada dari karung, dan tas kain, bahkan bantuan Presiden menggunakan tulisan Istana Kepresidenan.

“Bila kita telaah dari redaksi cuitan, nampak sekali seolah-olah Gubernur Sulawesi Tenggara disangka atau dicurigai membungkus dana pemerintah untuk kepentingan pribadinya. Justru keliru jika kita menggunakan termonologi ini. Pak Ali Mazi adalah Gubernur Sulawesi Tenggara, tentu saja sebagai kepala daerah sah saja beliau menggunakan foto gubernur,” ujar Suharmin kepada Potretsultra.com, Rabu (6/5/2020).

Lanjut Suharmin, yang keliru jika menggunakan atau mencantumkan foto atau gambar orang tertetu yang punya niat untuk tujuan politis. Misalnya Calon Bupati, Calon Anggota DPRD atau calon gubernur. Apalagi jika kita cermati penjelasan juru bicara Gubernur Sultra, pada paragraf ke sembilan, bahwa sumber penggunaan anggaran penyablonan kemasan plastik anyam tersebut berasal dari dana pribadi serta dikerjakan oleh anak-anak komunitas sablon Kendari.

“Mempolemikkan pembungkus bantuan bukanlah isu yang menarik dan strategis untuk dibahas saat ini, kecuali mereka yang punya niatan dan selalu melihat permasalahan dari sudut pandang politis,” ucapnya.

Kata Suharmin, bhwa Ali Mazi sudah jelas sedang menjabat di perode kedua. Tentu secara konstitusi tidak bisa lagi berkontestasi untuk periode selanjutnya sebagai calon gubernur.

“Jadi kalau Pak Ali Mazi punya tendensi politik dengan mencetak gambar grafis dirinya pada karung bantuan tentu tidak rasional. Semata-mata, tujuan dari pencetakan tersebut, sesuai siaran pers juru bicara Gubernur Sulawesi Tenggara untuk mencegah agar bantuan tersebut disalahgunakan oleh orang lain untuk kepentingan praktis, apalagi sekarang ini tidak lama lagi akan digelar Pilkada di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Justru sebaliknya, Suharmin memandang bahwa La Ode Muhammad Syarif seharusnya memberi apresiasi atas upaya dan kerja keras tim terpadu Sulawesi Tenggara yang telah bekerja siang malam tak kenal lelah demi tersedia dan tersalurnya bantuan tersebut.

“Tidak tanggung-tanggung bahkan Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Ibu Agista Aryani Ali Masi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersebut tersalur dengan baik,” terangnya.

Suharmin Arfad juga menyayangkan cuitan La Ode Muhammad Syarif yang justru mempermasalahkan hal-hal yang tidak substantif. Justru sebetulnya, sebagai tokoh Sulawesi Tenggara yang dibanggakan, harusnya membantu berfikir mengenai kondisi rakyat di Sultra.

“Seorang tokoh yang baik idealnya, mampu menjadi solusi dari masalah, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Bukan saat yang tepat, mempermasalahkan sampul dan bungkus bantuan saat ini, tetapi bagaimana kita semua bekerja keras membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 ini agar bisa segera berlalu dengan dampak seminimal mungkin,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *