Disinyalir Ada Indikasi Pungli Pemasangan APC di Lingkup Dishub, DPRD Segera Panggil Dinas Terkait

Keterangan Gambar : H Subhan ST

Potretsultra

KENDARI –  Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan ST sudah mendengar informasi terkait mahalnya pemasangan stiker Alat Pemantul Cahaya (APC) yang dibarengi perpanjangan KIR hingga mencapai Rp 850.000 di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari.

Menurutnya, Hal ini tidak berdasar dengan aturan dan disinyalir ada indikasi pungutan liar (Pungli) kepada dinae terkait tersebut.

“Jika terbukti dan ada adua masyarakat yang masuk kekami Maka DPRD melalui Komisi III akan segera panggil dinas terkait untuk melakukan hearaing dengan pendapat (RDPP) guna untuk mengklarifikasi dugaan transaksi jual beli APC terhadap kendaraan angkutan barang yang terbilang mahal itu,”ujar Subhan di temuai di Kantornya, Selasa (9/6/2020).

Pasalnya, mengacu regulasi penjualan APC tersebut sama sekali belum diatur dalam Peraturan Wali Kota Kendari maupun peraturan lain sebagai turunan yang lebih tinggi. Kalau tidak diatur dalam kebijakan atau Perda itu menjadi pertanyaan. Karena apapun yang dilakukan instansi pemerintahan harus memiliki turunan, peraturan ataupun Perda.

Karena memang tidak ada aturannya, landasan Perwalinya, makanya menjadi pertanyaan. Dan itu harus ditindak lanjuti, jangan sampai jadi Pungli,” pintahnya.

Olehnya itu, jika terdapat fakta yang jelas dan ada aduan masyarakat, dewan bakal memanggil pihak Dishub Kendari untuk meminta klarifikasi persoalan tersebut.

” Dikhawatirkan kasus ini jangan sampai ada oknum atau menyalah gunakan wewenang yang memang tidak diatur, untuk mendapat keuntungan, dan sudah kewajiban kita untuk memanggil dan meminta klarifikasi soal itu,” pungkasnya

Untuk diketahui, kewajiban pemasangan APC kendaraan angkutan barang telah termuat dalam Peraturan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Nomor: KP.3996/AJ.502/DRJD/2019 tentang Alat Pemantul Cahaya Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan Kereta Tempelan.

Laporan : La Ismeid

 

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *