Diduga Melanggar UU ITE, Tie Saranani Diadukan ke Polisi oleh APP Sultra

Keterangan Gambar : Koordinator APP sultra Aldo Zafar melaporkan Tie Sarnani ke Polda Sultra bersama rekannya terkait Dugaan Pelangaran UU ITE (Foto:Ist)

Potretsultra

KENDARI – Sebuah unggahan yang dilakukan oleh akun media sosial Facebook pribadi Tie Sarnani, menimbulkan dampak hukum. Tie dilaporkan oleh Lembaga Pemerhati Pendidikan (APP) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bagian cyber crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tenggara, Senin (20/4/2020).

Koordinator APP Sultra Aldo Zafar mengungkapkan dugaan terhadap pelanggaran UU ITE Tie Sarnani, yakni diduga telah memfitnah dan mencemarkan nama baik anak gubernur, kemudian melakukan intervensi dan nepotisme terhadap kelulusan anak nomor O1 Sultra, melalui jalur Seleksi Nasional Tinggi Negeri (SNPTN) di Universitas Diponegoro (UNDIP).

Selain itu unggahan Tie menyebut tidak memiliki kemampuan akademis anak Gubernur sehingga tidak layak untuk diluluskan pada SNPTN.

Lebih jelasnya, aduan APP Sultra sehubungan dengan adanya postingan di media sosial (Facebook) atas nama akun @Tie Saranani dengan postingan tertulis “KASIAN KEPSEK SMU 4 KDI SDH MO ROBEK KANTONG KEMIHNYA PIKIRKAN NASIBNYA GARA2 AGISTA UPLOAD DIFB KEBERHASILAN ANAKX YG PALSU ITU”

“Sehingga kami menduga unggahan Tie Saranani telah memfitnah dan mencemarkan nama baik anak gubernur bahwa telah melakukan intervensi dan nepotisme sehingga anak tersebut diluluskan dalam SNPTN UNDIP.
Tidak memiliki kemampuan akademis sehingga tidak layak untuk diluluskan pada SNPTN,” jelas Aldo Zafar usai melapor ke Polda Sultra bersama rekannya.

Tidak hanya itu Sambung Aldo Zafar, bahwa tulisan Tie menyebut gubernur telah merusak tatanan pendidikan yang telah dibangun oleh orang tua saudari TIE SARANANI.

“Sehingga kami menduga atas tiga tuduhan diatas telah memfitnah dan mencemarkan nama baik serta menyerang secara psikologis Alvian Ali Mazi (Anak Gubernur), Ibu Gubernur dan Gubernur,” tukasnya.

Pelanggaran Tie Saranani jelas berdasarkan pasal 45 ayat (3) UU ITE 2016 menjelaskan setiap orang yang dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp750 juta.

Oleh itu Aldo berharap, dengan adanya laporan pengaduan, polisi segera melakukan penyelidikan. APP Sultra pun mendesak penyidik Polda Sultra segera secepatnya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menegakan supremasi hukum bagi yang melanggarnya.

Laporan: La Ismeid

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *