Diduga HMI Badko Sultra Dicatut, Eko Hasmawan Ancam Pecat Pelaku

Ketua HMI Badko Sultra, Eko Hasmawan Baso (Tengah) Saat Konferensi Pers (Foto: Jubirman)
Keterangan Gambar : Ketua HMI Badko Sultra, Eko Hasmawan Baso (Tengah) Saat Konferensi Pers (Foto: Jubirman)

KENDARI – HMI Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga dicatut oleh oknum tertentu dalam deklarasi Front Mahasiswa Sultra menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo yang digelar Rabu (27/2/2019) kemarin.

Ketua HMI Badko Sultra, Eko Hasmawan Baso membantah adanya intitusi HMI Badko Sultra yang ikut dalam Front Mahasiswa Sultra yang mengeluarkan 10 tuntutan terhadap rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo dalam ke Sultra. Menurutnya, ada oknum tertentu yang diduga mengatasnamakan HMI Badko Sultra untuk tergabung dalam gerakan tersebut.

“Badko Sultra belum sama sekali membahas rencana penolakan kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Bumi Sultra,” ujar Eko dalam konferensi persnya di salah satu Warkop di Kendari, Kamis (28/2/2019).

Olehnya itu, kata Eko, pihaknya mengutuk keras adanya oknum yang diduga mengatasnamakan kelompok maupun pribadi sebagai pengurus HMI Badko Sultra. Eko juga meminta dengan tegas kepada kawan-kawan aktivis yang tergabung dalam gerakan Front Mahasiswa Sultra untuk tidak mencatut atau melibatkan HMI Badko Sultra tanpa ada komunikasi dan diskusi dengan dirinya sebagai ketua umum HMI Badko Sultra periode 2018 – 2020.

“Kami mengutuk keras oknum-oknum yang mencoba melakukan gerakan-gerakan pemecahan organisasi di dalam tubuh HMI khususnya di Sultra,” tegasnya.

BACA JUGA: 10 Tuntutan Mahasiswa Sambut Kedatangan Jokowi ke Sultra

Eko Hasmawan Baso juga menyayangkan atas sikap oknum yang diduga mengatasnamakan HMI Cabang Kendari untuk melakukan unjuk rasa penolakan kedatangan presiden RI Joko Widodo.

“Karena secara konstitusi melanggar etika organisasi karena kondisi cabang hari ini belum ada ketua definitif,” katanya.

Terkait sikap oknum yang diduga mengatasnamakan Badko Sultra, tambah Eko, pihaknya akan menindak lanjuti dan mengkaji berdasarkan aturan organisasi maupun secara hukum yang berlaku atas pencatutan tersebut.

“Kami akan berikan kepada Kabid PAO dalam hal ini untuk memonitoring dugaan pencatutan ini, jadi ini masih mau dikaji sama PAO,” tambahnya.

“Jika benar-benar terbukti oknum itu mencatut, maka kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan sanksi pemecatan sebagai kader HMI kepada pelaku,” sambungnya.

Eko Hasmawan menegaskan, tidak ada kepengurusan HMI Badko Sultra lainnya selain kepengurusan yang dinahkodainya. Karena katanya, pihaknya mendapatkan langsung Surat Keputusan (SK) dari PB HMI yang ditandatangani Ketua Umum PB HMI Respiratori Sadam Aljihad.

“Jadi di luar sana, ketika ada yang mengaku-ngaku sebagai pengurus Badko Sultra silahkan pertanyakan legalitasnya, jelas kami punya surat keputusannya, kami bukan hanya mengaku-mengaku, kami lah pengurus Badko yang sah, tidak ada pengurus Badko selain dari itu,” katanya.

Terkait kedatangan Jokowi dalam rangka kunjungan kerja di Bumi Anoa, Eko Hasmawan mengaku baru akan diputuskan malam nanti Pukul 19.00 Wita sambil mempertimbangkan saran dan masukan dari Ketua Umum PB HMI Respiratori Sadam Aljihad sebagai mandataris kongres ke 30 Ambon.

Sebelumnya, sekelompok lembaga mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sultra mendeklarasikan 10 tuntutan menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Sultra. Dari lembaga-lembaga itu, terdapat oknum yang juga mengaku sebagai Sekretaris HMI Badko Sultra.


Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *