Demi Memperkuat Sistem OTT, Abdul Rahman Ikut Seleksi Capim KPK

Keterangan Gambar : Ketua DPC Peradi ARB Kendari,Abdul Rahman

KENDARI –  Sebanyak 384 orang sudah mendaftarkan diri menjadi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Periode 2019 -2024. Dari jumlah tersebut, terdapat salah satu kandidat Capim KPK yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Ketua DPC Peradi RBA Kendari, Dr Abdul Rahman SH MH.

Saat dikonfirmasi Abdul Rahman membenarkan, bahwa telah mendaftarkan dirinya ke Sekertariat Pansel KPK beberapa waktu lalu. Dikatakanya, alasan dirinya daftar Capim bertekad ingin mengembalikan marwah KPK dalam hal penegakan hukum tanpa harus bermain politik dan sistem pesanan. Karena selama ini ada indikasi KPK bermain politik.

Rahman mencontohkan kasus, yakni banyaknya peserta Pilgub dan Pilbub/Wali Kota, yang ikut kontestan dan punya peluang besar justru ditangkap KPK. Calon-calon tersebut adalah calon-calon kuat sebagai pemenang.

Selain itu sambung Rahman, keinginannya mengikuti seleksi lembaga anti rasuah tersebut, yakni memperbaiki sistem di dalam KPK khususnya tentang Operasi Tangkap Tangan ( OTT).Karena OTT selama ini lebih mengarah kepada pengembangan perkara bukan tertangkap tangan dan lebih terindikasi sistem jebakan.

“Saya ingin KPK diutamakan pencegahan dibanding penindakan, karena faktanya semakin banyak ditangkap semakin banyak Korupsi. Jadi harus lebih diutamakan pencegahan dengan sistem penyuluhan dan monitoring lembaga Pemerintah BUMN dan korporasi lainnya,” ungkap Rahman, dikonfirmasi, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, banyak sistem perundang-undangan yang harus dibenahi seperti penegakan hukum harus berimbang karena Komisioner yang lalu tidak ada penindakan maupun OTT kepada Kepolisian yang ada hanya OTT Jaksa dan Hakim yang di OTT.

“Polisi tidak ada yang di OTT, karena salah satu komisioner dari unsur Kepolisian,” tuturnya.

Laporan: Ismed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *