Darurat Covid 19,Pemkot Minta Rekomendasi Kemengkes RI Berlakukan PSBB

Keterangan Gambar : Sulkarnain Kadir

Potretsultra

KENDARI Gugus Tugas penanagan Virus Corona Disiase (Covid 19) Kota Kendari mengumumkan secara resmi jumlah pasien yang positif  Covid 19 di Kota Kendari sebanyak 23  orang, 17 masih dalam perawatan 4 sembuh dan 2 meninggal dunia.Tak hanya itu Kota Kendari sudah masuk Zona merah dan juga wilayah tramisi lokal.

Peningkatan jumlah angka pasien yang positif Corona,sangat fantastis jika dibanding dengan daerah lain seperti Konawe dan Muna.

Untuk itu,mengantisipasi penyebaran Covid 19 lebih besar,Pemkot mengambil reaksi langkah cepat,upaya preventif penanganan wabah yang menakutkan dunia itu.Dengan mengusulkan rekomendasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI  untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Walikota Kendari Sulkarnain Kadir,mengaku Surat itu sudah di sampaikan kepada pemerintah Provinsi guna mendapatkan rekomendasi dari Kemengkes RI.Nah begitu disetujui oleh pemerintah pusat maka Pemkot Kendari akan menerapkan PSBB,sesuai Permenkes nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB.

Potretsultra

Sambil menunggu persetujuan pemerintah provinsi dan Kemenkes. Peran Pemda nantinya akan mensosialisasikan poin-poin penting yang boleh dan tak boleh dilakukan selama PSBB.

“PSBB sudah kita ajukan ke provinsi sejak hari Senin 20 April 2020,kita masih menunggu dari pemerintah provinsi. Mudah-mudahan satu dua hari ini keluar dan kita ajukan Kementerian Kesehatan,”ujar Walikota Kendari, Sulkarnain K saat ditemui di rujab Walikota, Rabu (22/4/2020).

Pertimbangan Pemkot menerapkan PSBB,berdasarkan dari data beberapa daerah yang jumlah kasus pasien positif Covid-19 sudah puluhan dan jumlah pasien yang ditangani sudah ratusan.

“Kami tidak ingin jumlah pasiennya sebanyak itu dan tidak ingin ada korbannya seperti itu, tapi langkah preventif, langkah untuk kemudian melakukan upaya-upaya supaya tidak terjadi penyebaran itu maksimal kita lakukan,”cetusnya.

Melihat beberapa daerah yang jumlah kasusnya relatif mirip dengan Kota Kendari dan sudah mendapatkan persetujuan, maka dengan pertimbangan itu Kendari juga mengajukan penerapan PSBB.

“Namun semua keputusan ada di Kementrian Kesehatan, tugas kami mengajukan kepada pemerintah,”ujarnya.

Laporan:La Ismeid

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *