DPMD Konkep ‘Warning’ Kades Salurkan BLT Harus Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Konkep, Mihdar

KONAWE KEPULAUAN – Di masa pandemi Virus Corona atau Covid-19, pemerintah menyalurkan bantuan ke masyarakat baik berupa makanan, sembako, maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa untuk warga disalurkan selama 3 bulan, mulai April hingga Juni 2020 dengan besaran Rp 600.000 per Kepala Keluarga (KK).

Seperti halnya di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep melalui tim Satgas pencegahan Covid-19 di tingkat desa saat ini sedang melakukan pendataan dan validasi nama-nama warga yang layak mendapatkan bantuan pemerintah melalui Dana Desa itu. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Konkep, Mihdar.

“Sekarang tim di desa sedang mendata nama-nama yang layak kemudian divalidasi agar penerima BLT ini benar-benar tepat sasaran, karena Pak Bupati (Amrullah, red) meminta kit untuk didata baik-baik supaya tidak salah-salah,” ujar Mihdar saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/4/2020) kemarin.

Setelah datanya rampung, lanjut Mihdar, maka akan dilakukan musyawarah terbatas untuk memvalidkan data tersebut, kemudian dibuatkan berita acara untuk diserahkan ke Bupati Konkep agar dilakukan pengesahan.

“Nanti setelah selesai itu semua, kita rapatkan bersama kapan pencairannya,” ucapnya.

Mihdar juga menambahkan, sesuai Permendes Nomor 6 Tahun 2020 bahwa BLT Dana Desa itu disalurkan non tunai melalui bank. Namun karena kondisi wilayah Konkep yang kurang memungkinkan maka DPMD berkonsultasi terlebih dahulu ke Bupati Konkep apakah boleh penyalurannya diserahkan secara tunai.

“Kita masih mau konsultasi, andaikan dibolehkan ini kita serahkan secara tunai karena pertimbangan kondisi wilayah, dengan pola pengawasan super ketat,” terangnya.

Mihdar menegaskan dan mengeluarkan ‘warning’, agar BLT Dana Desa ini benar-benar tersalur tepat sasaran. Karena penerima BLT tersebut diperuntukkan kepada warga miskin yang tidak sedang mendapatkan bantuan pemerintah seperti program PKH, atau Bantuan Sosial (Bansos) lainnya. BLT ini juga kata Mihdar, tidak untuk para perangkat desa terkecuali BPD, imam desa, patobu, dan guru mengaji.

“Kami tegaskan kepada Kades bahwa dalam rangka penyaluran BLT Dana Desa harus sesui sasaran, mereka yang sudah dapat bantuan PKH atau Bansos jangan masukan sebagai data penerima BLT,” tegasnya.

“Kalau administrasinya sudah terpenuhi berdasarkan regulasi yang ada, maka kami upayakan bulan April ini BLT Dana Desa itu sudah bisa dicairkan untuk tahap 1,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *