BNNP Sultra Ringkus Pengedar Narkoba Lintas Provinsi Beserta BB 1 Kg Sabu

Keterangan Gambar : BNNP Sultra ringkus dua pengedar narkoba lintas provinsi.berinisial H (30) dan IE (3) dan beserta BB 1 Kilogram Shabu. (Foto:Ismed)

KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sultra (BNNP) Sulawesi Tenggara berhasil meringkus dua  pengedar narkoba lintas provinsi beserta Barang Bukti (BB) penangkapan jenis sabu sebanyak 1 Kilo Gram. Kedua tersangka berinisial H (30) dan IE (31).

Terhitung belum genap sebulan menahkodai Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, telah berhasil mengungkap peredaran Narkoba jenis sabu sebanyak 1 Kilo Gram Sabu.

Ghiri Prawijaya menyampaikan, penangkapan kedua pelaku bermula dari laporan warga bahwa terjadi pengiriman Narkoba dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju ke Kota Kendari. Berawal dari informasi tersebut BNNP Sultra bergerak cepat melakukan penyelidikan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Konawe dengan wilayah Kendari.

Alhasil penyelidikan tersebut Selasa 18 Februari 2020, petugas kami melihat penumpang mobil dari Kolaka sesuai dengan identitas yang anggota kantongi. Dari hasil penyelidikan pelaku melintas di wilayah perbatasan, kemudian tim bereaksi cepat mengikuti mobil penumpang tersebut masuk di wilayah Kota Kendari sampai ke alamat tujuan.

“Kedua pelaku yang telah dicurigai langsung diringkus tanpa ada perlawanan dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 1 Kilo Gram Sabu,” jelas Brigjen Pol. Ghiri Prawijaya, saat menggelar press release di Kantor BNNP Sultra, Jumat (21/2/2020).

Jenderal polisi ini mengutarakan, pelaku merupakan kurir sekaligus pengedar yang sering kali mendistribusikan barang haramnya di lintas provinsi.

“Kedua pelaku ini jaringan lintas provinsi,tetapi saat ini kami masih dalami untuk melakukan interogasi terhadap pelaku untuk mengetahui sebenarnya dimana mereka dapatkan barang haram tersebut,sebab berdasarkan keterangan pelaku,barang haram tersebut berasal dari Kota Makassar Sulsel,” terangnya.

Selain itu,sambungnya,dari salah satu pelaku berinisial H juga merupakan residivis atas kasus yang sama.Pelaku H ini sudah ketiga kalinya masuk penjara atas dugaan kasus yang sama, namun motif pelaku menjalankan aksinya masih didalami lebih lanjut.

Kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,dan saat ini telah ditahan di rumah tahanan BNNP Sultra. Akibat perbuatanya kedua pelaku dijerat pasal 114 ayat (2), Subsider pasal 112 ayat (2) tentang Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati atau 6 tahun penjara.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *