Bergulir Sejak Tahun 2015, Kasus Korupsi DKP Konawe Kembali Dipertanyakan

Keterangan Gambar : Ketua Poros Keadilan Konawe Ilham Killing (Foto: IST)

KONAWE – Kasus dugaan korupsi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara soal kapal penangkap ikan 10 GT kini kembali dipertanyakan.

Aroma dugaan korupsi kapal penangkap ikan di Konawe itu membuat Ketua Poros Keadilan Konawe Ilham Killing angkat bicara. Dia menduga pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe tidak serius saat menangani kasus yang menimpa DKP Konawe tersebut.

“Saya anggap dugaan korupsi ini seakan-akan pihak kejaksaan Negeri Konawe tidak ada keseriusan dalam menangani kasus ini,” ujar Ilham, Selasa (20/8/2019).

Ilham menilai, pihak Kejari Konawe terkesan lambat dalam melakukan proses hukum kepada oknum yang terlibat dalam dugaan korupsi itu. “Boleh dikata lambat dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Konawe,” terangnya.

Lanjutnya, Ilham menjelaskan, kasus ini bergulir sejak tahun 2015 namun hingga kini belum ada kejelasan. Masyarakat sangat dirugikan yang di mana dalam proyek tersebut telah menghabiskan anggaran yang cukup besar tetapi tidak dinikmati oleh masyarakat atau nelayan di Konawe.

Ilham membebekan, pengadaan kapal penangkap ikan itu dianggarkan tahun 2015 silam melalui DKP Konawe. Bantuan kapal itu telah diserakan kepada salah satu kelompok nelayan di Kecamatan Lalongasumeeto Kabupaten Konawe. Namun pengadaan kapal tersebut disinyalir dikerjakan oleh perusahaan milik CV Ananindhta.

“Saya duga terjadi penyalahgunaan uang negara atau indikasi korupsi, oleh sebab itu, saya selaku masyarakat yang tergabung dalam poros keadilan Konawe meminta Kejari konawe untuk menuntaskan kasus tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ilham juga menantang Kejari Konawe untuk selesaikan kasus tersebut di tahun 2019 ini. Karena menurutnya, kasus ini sudah cukup lama.

“Menurut saya jika kasus tersebut tidak diselesaikan, maka akan menjadi preseden buruk untuk menegakan kasus korusi di Konawe,” tutupnya.

Laporan: Hendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *