Bela Gubernur, Suharmin Desak Endang: Jangan Tebar Pesona di Virus Corona

Keterangan Gambar : Mantan Aktivis, Suharmin Arfad (Foto: IST)

KENDARI – Sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Endang SA kepada Gubernur Ali Mazi terkait kasus Virus Corona membuat salah satu mantan aktivis mahasiswa, Suharmin Arfad angkat bicara.

Suharmin menilai, mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di Sultra merupakan tugas semua pihak untuk bersama-sama ‘turun tangan’ mengatasi kesulitan ini. Dia menduga, ada oknum-oknum tertentu yang justru memanfaatkan kepanikan ini untuk tebar pesona menuai popularitas.

“Dalam keadaan yang demikian, menjadi tugas semua pihak, untuk bersama-sama mengatasi kesulitan ini. Namun, beberapa pihak justru memanfaakan kepanikan masyarakat ini untuk kepentingan politik dan menuai popularitas,” ujar Suharmin kepada Potretsultra.com, Jumat (20/3/2020).

Menurut Suharmin, pernyataan dan status-status salah satu media sosial milik Wakil Ketua DPRD Sultra Muh. Endang SA yang semestinya menenangkan masyarakat dan membantu memberi solusi dari permasalahan ini, justru sibuk mencari popularitas sendiri dan mencari-cari kesalahan Gubernur Sulawesi Tenggara.

“Secara pribadi, perlu saya ingatkan kepada yang bersangkutan untuk bersama-sama bahu-membahu mencari solusi dari permasalahan yang kita hadapi bersama ini. Tidak semua hal, harus diserahkan kepada Gubernur,” katanya.

Lanjut Suharmin, Gubernur Ali Mazi telah menunjuk Kepala Rumah Sakit dan Kepala Dinas Kesehatan di tingkat Provinsi serta telah ada petugas kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota. Selain itu, masyarakat pun sampai pada unit terkecil telah berusaha berbuat yang terbaik untuk mengatasi merebaknya virus Corona ini, seperti menyediakan masker, hand sanitizer, membuat anti septik sendiri serta menjaga kondisi fisik masing-masing.

Suharmin memandang bahwa, sikap yang dtunjukan Ketua DPW Partai Demokrat Sultra itu seolah-olah selalu mencari-cari kesalahan Gubernur Ali Mazi, mulai dari ide pembangunan Rumah Sakit Jantung, pembangunan Jalan Wisata Toronipa, Perpustakaan Internasional serta berbagai macam kebijakan gubernur lainnya.

“Sikap ini tidak mencerminkan seorang negarawan sejati yang mau bekerja untuk kepentingan rakyat, tetapi justru hanya mencari-cari kesalanan orang lain,” tandasnya.

“Jika kedepan punya rencana untuk menjadi Bupati, Wali kota atau apa saja, hendaknya gunakan cara-cara yang santun dan mengundang simpati masyarakat. Jangan justru menjadi bagian dari permasalahan,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *