Baru Dilantik DPR RI Langsung ‘Tancap Gas’, Siapa Bahtra Sebenarnya

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Bahtra Banong (Foto: IST)

KENDARI – Nama Bahtra Banong kini tiba-tiba saja menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah publik Sulawesi Tenggara (Sultra).

Mulai dari rakyat biasa yang berpofesi sebagai petani, nelayan, atau pedagang kecil, hingga ke mahasiswa dan sejumlah pejabat kalangan atas di Sultra mulai bertanya-tanya. Siapa sebenarnya Bahtra Banong?

Namanya mulai Nampak ke permukaan saat ia dilantik menjadi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari fraksi Partai Gerindra pada 14 Juni 2022. Di kursi senayan itu, Bahtra dipercayakan duduk di Komisi XI yang membidangi tentang keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.

Tidak hanya di DPR RI, tepatnya pada 30 Juni 2022 lalu Bahtra Banong juga dilantik menjadi Anggota MPR RI. Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo didampingi oleh sejumlah wakil ketua MPR RI lainnya seperti Arsul Sani, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, hingga Hidayat Nur Wahid (HNW).

Siapa Bahtra Banong?

Bahtra lahir di Wajo, Sulawesi Selatan pada 8 September 1983. Orang tuanya pernah tinggal di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kolaka ke arah bagian utara. Ia memiliki banyak keluarga besar yang tinggal di Kolaka, baik dari rumpun keluarga sang Ayah maupun dari rumpun keluarga Sang Ibu.

“Keluarga besar saya juga ada di Kolaka ke arah bagian utara, saudara ibu saya ada dua orang disana. Kakak dari ayah saya juga tinggal di Desa Pohu, Kecamatan Ranteangin,  Kolaka Utara,” ungkapnya.

“Sewaktu kecil, saya sering main kesana. Bahkan orang tua saya tiap bulan masih sering bolak-balik kesana. Dan semenjak Pileg lalu, saya memilih memindahkan domisili saya di Desa Lembah Subur Kolaka Timur,” tambahnya.

Ia menempuh Pendidikan di SD Negeri 230 Doping Kabupaten Wajo dan melanjutkannya ke jenjang SMP yakni di SMP Negeri 1 Atapange. Selanjutnya ia bersekolah di SMK Negeri 3 Makassar, dan tamat pada tahun 2002.

Usai menamatkan pendidikan di jenjang SMA/sederajat, Bahtra memutuskan untuk melanjutkan perkuliahan di tanah rantau. Pilihannya tertuju di kampus islam ternama di Bandung, ia melabuhkan jenjang karir pendidikannya di Universitas Islam Bandung (UNISBA) dengan mengambil S1 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Bahtra berhasil meraih gelar S.PWK dan diwisuda pada tahun 2010.

“Saya berhijrah di Bandung pada tahun 2002, kuliah di UNISBA mengambil jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota,” ungkap Bahtra saat ditemui beberapa waktu lalu di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Kendari.

Di tahun 2011, Bahtra melanjutkan pendidikannya untuk Pascasarjana atau S2. Ia lebih memilih meninggalkan Kota Bandung, dan menuju Ibukota negara, Jakarta sambal menata karir disana. Bahtra mengambil kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI), sambil menjalankan tugas yang diamanahkan organisasi di kepengurusan PB HMI.

Menjadi Aktivis dan Berkiprah di HMI

Bahtra Banong dikenal sebagai aktivis mahasiswa di masanya, baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Di organisasi ekstra kampus, ia melabuhkan hatinya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). HMI merupakan organisasi mahasiswa islam tertua di Indonesia yang didirikan oleh Lafran Pane pada 5 Februari 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka.

Karirnya di HMI terbilang benar-benar paripurna. Ia merangkak dari Ketua HMI Komisariat hingga menjadi Ketua PB HMI. Di Tahun 2004 ia terpilih menjadi Ketua Umum HMI Korkom Unisba, sebelumnya ia juga menjabat sebagai Ketua LPL HMI Cabang Bandung.

Tak berhenti sampai disitu, Bahtra yang sejak mahasiswa dikenal santun dan selalu tampil sederhana ini juga menjabat sebagai Ketua HMI Badko Jawa Barat pada tahun 2006 – 2008. Setelah purna tugas di Badko, ia naik ke PB HMI masuk dalam kepengurusan pada tahun 2010 – 2012 menjabat sebagai Ketua Bidang Polhankam PB HMI.

Di tahun 2016 hingga 2018, Bahtra Banong diamanahkan untuk masuk dalam Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI. Bahkan jabatannya di MPK PB HMI tersebut masih melekat sampai hari ini. Tepatnya pada 31 Maret 2022, Bahtra Banong diberi Amanah untuk menjabat sebagai Koordinator MPK PB HMI.

“Saya juga sekarang masih tercatat menjadi Koordinator MPK PB HMI untuk periode 2021 – 2023,” tuturnya.

Selain di HMI, Bahtra juga aktif di berbagai organisasi lain. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PB Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan pada tahun 2007 – 2009. Pada tahun 2014 – 2015, Bahtra Banong menjadi Koordinator Presidium Jaringan Mahasiswa Nusantara (JAMAN).

“Kami juga dulu pada tahun 2014 sempat aktif di JAMAN, saya yang jadi koordinator presidiumnya,” terangnya.

Terjun ke Dunia Politik

Mungkin butuh nyali besar untuk menjadi seorang Bahtra Banong. Ia memanjat sendiri tebing kesuksesannya. Bahtra memilih untuk masuk ke dunia politik dan bergabung ke Partai Gerindra.

Di partai besutan Prabowo Subiato itu, Bahtra dipercayai untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Ia juga sudah diamanahkan oleh partai untuk menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi Gerindra sejak tahun 2014 lalu.

Pada perhelatan demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 lalu, Bahtra Banong melirik lahan pengabdian melalui jalur politik. Ia ikut berkompetisi Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Partai Gerindra.

“Saya mengambil keputusan menjadi Caleg saat itu bukan karena ingin menjadi pejabat, saya ingin menjadi wakil rakyat Indonesia dan terkhusus daerah yang saya wakili,” ujarnya.

Tak main-main, di usianya yang terbilang masih muda, Bahtra langsung melirik kursi senayan DPR RI. Di ajang perebutan kursi senayan 2019 lalu, Bahtra mengambil Dapil Provinsi Sulawesi Tenggara. Dia harus bersaing suara dengan mereka yang sudah punya nama besar di Bumi Anoa yakni mantan Bupati Konawe Selatan, Almarhum H. Imran dan Anggota DPR RI periode 2014 – 2019 Haerul Saleh.

Niatannya maju Caleg ternyata tak main-main. Bahtra keliling ke daerah-daerah dan masuk ke desa-desa. Ia sampaikan hajatannya ingin menjadi pembawa pesan, pembawa harapan rakyat di parlemen sehingga bisa dinikmati warga yang berhak mendapatkan kesejahteraan dari negara.

“Saya akan berjuang habis-habisan agar Sultra bisa mendapat anggaran besar, kalua itu terealisasi tentu akan banyak pembangunan yang mengarah pada kesejahteraan,” tegasnya.

Namun, mimpi dan semangat untuk membangun Sultra melalui kursi senayan terpaksa harus tertunda. Karena saat itu pada penghitungan suara Pilcaleg 2019, rakyat mengamanahkan kepada H. Imran untuk menjadi wakilnya di DPR RI dengan meraup suara 61.087 dari Partai Gerindra. Kemudian disusul Haerul Saleh sebagai suara kedua, dan Bahtra di posisi suara ketiga.

Amanah Rakyat di DPR RI

Berita duka menyelimuti DPR RI dan Partai Gerindra pada tahun 2020. Anggota DPR RI Dapil Sultra, H. Imran berpulang ke rahmatullah pada 28 maret 2020 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari sekitar Pukul 00:08 Wita.

Sehingga DPP Partai Gerindra mengusulkan nama Haerul Saleh sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) ke KPU RI untuk menggantikan H. Imran sebagai Anggota DPR RI. Haerul Saleh resmi dilantik Kembali menjadi Anggota DPR RI pada 25 Agustus 2020 yang digelar dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Namun dua tahun kemudian tepatnya pada 19 April 2022, Haerul Saleh resmi dilantik menjadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Olehnya itu, DPP Partai Gerindra Kembali mengusulkan PAW Anggota DPR RI Dapil Sultra untuk menggantikan Haerul Saleh.

Ternyata takdir berkata lain. Mimpi dan semangat yang tertunda untuk membangun Sulawesi Tenggara dari senayan, akhirnya juga teramini. Bahtra Banong resmi dilantik menjadi Anggota DPR RI pada 14 Juni 2022 lalu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Diketahui ada 4 Anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2021-2022 di ruang rapat Paripurna DPR RI, Senayan Jakarta.

Politisi muda yang dipercayai duduk di Komisi XI tersebut juga siap mewakafkan diri untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara, akan menjalankan amanah yang diberikan untuk melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat Sulawesi Tenggara dan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia terkhusus Sulawesi Tenggara dalam segala aspirasi tanpa memandang apapun.

Perlu diketahui, bahwa Bahtra Banong merupakan seorang aktivis yang lahir dari rahim Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan, sebut saja HMI dan KNPI yang telah lama dijajakinya dari skala lokal maupun nasional dan saat ini telah masuk dalam pusaran politik nasional dan diamanahkan sebagai Anggota DPR-RI fraksi Partai Gerindra.

Terakhir Bahtra Banong Mengatakan “Sudah saatnya saya mengabdikan diri untuk kepentingan Rakyat, demi tercapainya tujuan bersama bangsa dan negara, sampai usai periodesasi saya akan memberikan ketulusan dan keikhlasan mengabdikan diri kepada Masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

‘Tancap Gas’ Kunjungi Mitra Kerja dan Temui Rakyat

Terhitung baru genap sebulan dilantik yakni pada 14 Juni lalu, Bahtra Banong kini tancap gas melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di sejumlah lembaga vertikal yang menjadi mitra kerja Komisi XI DPR RI, Kamis (14/7/2022).

Usai menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah perbankan wilayah Sultra, politisi muda Partai Gerindra itu menyambangi kantor BPKP Sultra, BPS Sultra, BPK Kendari, BI Sultra, Kantor Bea Cukai Kendari dah KPP Pratama Kendari.

Melalui Kunker tersebut, Bahtra Banong mendengarkan penjelasan dari masing-masing pimpinan unit sebagai mitra kerja terkait dengan pengelolaan, target dan penerimaan negara, penganggaran, sarana dan prasarana, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan di daerah, hingga strategi pengawasannya.

Usai mengunjungi mitra kerja Komisi XI DPR RI, Bahtra Banong langsung turun ke daerah-daerah menyerap aspirasi rakyat. Bahtra menggelar reses di Kabupaten Kolaka Timur, Kolaka, dan Bombana. Berbagai usulan dan aspirasi yang berhasil diserapnya. Ia memastikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan membangun Sultra dari kursi senayan.

Bahkan, Bahtra Banong menegaskan siap mewakafkan diri sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Hal ini Bahtra Banong sampaikan saat berkunjung ke salah satu pesantren Kabupaten Kolaka, Minggu (17/7/2022).

“Sebagai wakil rakyat itu sendiri, maka saya berkomitmen dan mewakafkan diri di atas kepentingan rakyat,” tegas Bahtra Banong di hadapan para santri.

Bahtra melakukan reses lain dari yang lain. Ia masuk ke rumah-rumah melakukannya dengan ‘Door to Door’. Saat reses di Desa Lemba Subur Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur, Bahtra disambut hangat bercampur haru oleh ratusan warga.

Reses yang dilakukan pada malam hari itu mengharuskan politisi Partai Gerindra tersebut untuk menginap dan bermalam di salah satu rumah warga setempat. Bahtra mengaku, seorang pejabat publik apalagi perwakilan rakyat harus dekat dengan rakyat.

“Saya tidak ingin ada jarak dengan masyarakat, justru hal seperti ini yang bisa membuat saya lebih dekat lagi dan itu merupakan hal yang sangat luar biasa bagi saya,” ucap Bahtra.

Sambil menggelar reses, Bahtra juga membagikan ratusan paket sembako ke warga. Diantaranya ia membagikan paket beras ke ‘Emak-Emak’ di Bombana. Aksi berbagi sebagai wujud peduli kemanusiaan ini dilakukan di Desa Mattirowalie Poleang Kabupaten Bombana, Senin (18/7/2022). Politisi muda dari Partai Gerindra tersebut membagikan paket beras 5 kg ke kaum Ibu-Ibu.

Bahtra menyadari bahwa ditengah pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun ini, tentu sangat berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat. Tentu sebagai wakil rakyat, Bahtra peka memahami keadaan, kebutuhan rakyat, terutama para pelaku UMKM yang harus didorong menjadi tumbuh dan berkembang sehingga berdampak pada kesejahteraan hidupnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *