Anggota DPR RI H Imran Berpulang Ke Rahmatullah

Keterangan Gambar : Drs. H. Imran M. Si

KENDARI–  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), H Imran meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari, Sabtu (28/3) sekitar pukul 00.08 Wita.

Salah satu kerabat almarhum, Syamsul Ibrahim, yang dihubungi membenarkan perihal kabar duka dari kader Partai Gerindra kelahiran Tawangga, Kabupaten Konawe, 11 Mei 1952 tersebut.

Iya betul. Beliau telah berpulang ke rahmatullah, dan jenazahnya masih di rumah sakit,” kata Syamsul Ibrahim yang merupakan anggota DPRD Provinsi Sultra tersebut.

Almarhum Imran adalah salah satu tokoh masyarakat Sultra yang merupakan mantan Bupati Konawe Selatan dua periode.

Imran juga merupakan politikus dari partai besutan Prabowo Subianto yang saat ini tercatat sebagai ketua DPD Partai Gerindra Sultra.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya, tetapi berdasarkan informasi yang dihimpun sebelum masuk di RSUD Bahteramas pada Jumat (27/3) sore, terlebih dahulu dirawat di Rumah Sakit Hermina Kendari.

Innalillahi wainnalillahi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Bapak Drs. H. Imran M. Si di Rumah Sakit Bahteramas, Jum’at (23/3/2020) sekitar pukul 24.08 WITA. Kabar duka atas meninggalnya bapak peletak batu pertama pembangunan Kabupaten Konawe Selatan tersebut banyak yang kaget antara percaya dengan tidak. Pasalnya Bupati Konawe Selatan periode 2005-2010 dan 2010-2015 tidak ada kabar jika mengalami sakit, sehingga kabar duka tersebut langsung tersiar se antero Sultra.

Pj Bupati Konsel pertama sejak Kabupaten dimekarkan pada tanggak 2 Mei 2003 menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bahteramas setelah melakukan cuci darah akibat trombosit rendah. Sebelumnya Pria Kelahiran Tawanga, (11/5 1952) dirawat di rumah sakit Hermina pada hari Kamis, (26/3/2020) dan pada hari jum, at sore dirujuk di RS Bahteramas dan sempat melakukan cuci darah. Sekitar pukul 24.08 Wita, Almarhum yang saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI dan duduk di Komisi II untuk periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara melalui Partai Gerindra menghembuskan nafas terakhir.

Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya ini meninggalkan enam orang anak yang terdiri dari 3 lelaki dan 3 perempuan dan 8 delapan cucu. Bahkan dua pekan lalu H. Imran yang juga pernah menjabt sebagai Sekretatis Daerah Kabupaten Kendari (Konawe-red) baru saja menerima lamaran untuk putri bungsunya Yely Asta Siusiu Imran dari keluarga besar dari Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.

“Almarhum, semasa hidupnya mulai dari pejabat di BPMD, Kepala Bappeda, Sekda, Pj Bupati hingga beliau menjadi Bupati Konsel dua periode dan sampai akhir hayat beliau, jasanya kami tidak akan melupakan. Kebaikan beliaulah kami juga menjadi orang yang dapat dipandang, “ujar Wallam S. Sos

Wallam yang pernah duduk sebagai Kepala Diinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Selatan di massa H. Imran menjadi Bupati Konsel mengaku, keteladanan kedisiplinan mendiang H. Imran menjadi suri teladan bagi kami semua pegawai atau staf, termasuk juga putra – putrinya sehingga seluruhnya telah sukses baik di pemerintahan ataupun di Politik.

“Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau untuk selama lamanya. Amal bhakti beliau akan selalu kami kenang dan tentunya doa kami juga akan mengantarkan almarhum di sisi allah SWT, “

Sementara itu suasana duka di rumah kediaman H. Imran di Jalan Tina Orima Kelurahan Wuawua begitu haru, putra putti almarhum begitu sedih kehilangan orang tua tercinta . Terlihat Wakil Walikota terpilih dr Hj Siska Karina Imran memeluk jazad kaku sang ayah dan sesekali meanggil ayahnya itu dengan kata kata.

“Kenapa ayah tinggalkan kami semua, bapak yang sering memberikan kami penguatan, tetapi bapak yang tinggalkan kami semua, “kata Siska dengan keharuan.

Tampak juga Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin yang duduk disamping jenazah almarhum H. Imran dengan mata sembab dan sedih atas kehilangan atasan, orang tua dan juga panutan bagi mantan Kepala Bappeda Konsel itu.

Kembalinya H. Imran ke sang pencipta membuat seluruh sanak keluarga, handaitolan dan yang kenal akan sosok almarhum berduyun duyun mendatangi rumah duka dan membacakan Basmallah dan doa.

“Semoga Almarhum diterima disisi allah SWT dan yang ditinggal mendapat ketabahan, “kata salah seorang pelayat.

 

Laporan:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *