Akibat Aksi Tolak Tambang di Konkep, Satu Pendemo Alami Kekerasan

Salah satu massa aksi, Fani Alami Kekerasan (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Salah satu massa aksi, Fani Alami Kekerasan (Foto: IST)

Potretsultra

LANGARA – Ratusan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang tergabung dalam
Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) menggelar unjuk rasa terkait penolakan tambang di Kantor Bupati Konkep, Kamis (27/09/2018).

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) yang hendak masuk di wilayah Roko-Roko Raya Kecamatan Wawonii Tenggara untuk melakukan aktivitas pertambangan membuat resah masyarakat sekitar. Pasalnya, seluruh masyarakat Bumi Kelapa itu memang diketahui menolak adanya pertambangan di daerahnya.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Mando Maskuri, aksi yang dipimpinnya itu mengharapkan adanya rekomendasi langsung dari Bupati Konkep tentang pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Karena kata dia, hal ini selaras dengan janjinya saat kampanye dahulu di Pemilihan Bupati.

“Kami datang mempertegas agar Bupati segera bersikap, kami desak Bupati segera buatkan rekomendasi pencabutan IUP agar perusahaan tambang tidak masuk-masuk lagi,” ucap Mando.

BACA JUGA: 13 Warga Wawonii Dipolisikan, Pemda dan DPRD Konkep Diminta Turun ke Lokasi

Potretsultra

BACA JUGA :Warga Wawonii Dipolisikan, Kapolda Diminta Hentikan Proses Penyidikan

Namun sayangnya, Bupati dan Wakil Bupati tak ada di kantornya. Karena saat ini diketahui para pejabat Konkep sedang membahas APBD P di Hotel Wonua Monoapa Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Mendengar orang nomor satu dan nomor dua di Konkep itu tak ada di tempat, massa memaksa masuk untuk mengecek langsung keberadaan bupati. Saat memaksa masuk, salah satu oknum dari massa aksi berusaha menurunkan bendera merah putih yang sedang berkibar di depan kantor Bupati.

Sehingga bentrok antara Satpol PP dengan massa aksi tak terhindarkan. Akibat bentrokan tersebut, salah satu masa aksi bernama Fani mendapatkan kekerasan. Mando Maskuri menegaskan, kekerasan yang dialami Fani tidak didiamkan begitu saja.

“Teman kami bernama Fani mengalami luka di bagian kepala, dan sudah dilarikan kerumah sakit. jelas kami akan advokasi dan melakukan pelaporan di pihak kepolisian,” tegasnya.

Laporan: Said

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *