13 Warga Wawonii Dipolisikan, Pemda dan DPRD Konkep Diminta Turun ke Lokasi

Keterangan Gambar :

Potretsultra

LANGARA – Penolakan tambang oleh masyarakat wilayah Roko-Roko Raya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) berujung derita.

Pasalnya, hingga saat ini 13 orang masyarakat Roko-Roko Raya itu telah dipolisikan ke Polda Sultra oleh Marlion dan Talebe Nonci dengan tuduhan telah melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, dan pengancaman saat melakukan aksi penolakan pada Rabu (20/06/2018) silam.

Hal ini menuai komentar dari Koordinator Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW), Basrin. Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep semestinya segera turun ke Roko-Roko Raya Kecamatan Wawonii Tenggara untuk ikut menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Kami mohon Pemda harus turun ke lapangan untuk selesaikan masalah ini, kasian masyarakat,” tegas Basrin di salah satu Warkop di Kendari, Senin (13/08/2018).

BACA JUGA: Warga Wawonii Dipolisikan, Kapolda Diminta Hentikan Proses Penyidikan

Basrin juga meminta agar para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Konkep juga harus turun membantu masyarakat yang kini sedang dipolisikan di Polda Sultra.

“Mereka itu kan wakil rakyat. Jadi disaat rakyat lagi kesusahan begini, seharusnya mereka turun membantu. Jangan nanti blusukan saja baru turun,” tandasnya.

BACA JUGA: Sekdes di Konkep Laporkan Warganya ke Polda, Pendemo Duga Dia Kaki Tangan Tambang

Basrin sangat khawatir jika persoalan ini tak kunjung selesai, maka perlahan jumlah penolak tambang akan makin menipis. Sehingga lanjut Basrin, pihaknya sangat mengharapkan kehadiran Pemda dan DPRD Konkep di tengah-tengah masyarakat Roko-Roko Raya Kecamatan Wawonii Tenggara.

“Kami sangat berharap bapak-bapak (Pemda dan DPRD Konkep, red) bisa hadir kesana,” tutupnya.

Laporan: Said
Editor: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *