Akhirnya Oputa Yi Koo Raih Gelar Pahlawan Nasional, Pemuda Buton Beri Apresiasi

Keterangan Gambar : Ketua Forum Komunikasi Pemuda Buton, Muhammad Risman

Potretsultra

BUTON – Akhirnya pengusulan Sultan Himayatuddin (Oputa Yi Koo) sebagai pahlawan nasional kini sudah mendapat titik terang. Pasalnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menandatangani SK penetapannya. Gelar tersebut akan diberikan secara resmi pada 10 November 2019 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Pengusulan Sultan Himayatuddin, Tasrifin Tahara seperti yang dilansir media Publiksatu.com (Rabu, 6 November 2019).

Ketua Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Buton, Muhammad Risman mengapresiasi kepada para tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tasrifin Tahara sehingga upaya perjuangan pengusulan Sultan Himayatuddin atau Oputa Yi Koo mendapatkan titik terang dengan telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi sebagai Pahlawan Nasional.

“Sangat bersyukur, yang pastinya ini merupakan sejarah kepada Tim Peniliti dipimpin oleh Bang Dr. Tasrifin Tahara, putra terbaik Buton yang kini merupakan antropolog Unhas Makassar dan seluruh para pihak harus disambut dengan apresiasi atas segala upaya yang dilakukan,” ujarnya Rabu Malam (6/11/2019).

Sebagai Pemuda Buton, lanjut Risman, pihaknya sangat mengapresiasi dan ini bentuk penghargaan negara terhadap Kesultanan Buton yang telah berkontribusi turut melakukan perlawanan aksi penjajahan Belanda pada masanya Oputa Yi Koo menjadi Sultan Buton.

“Sudah saatnya kita syukuri dan juga sudah saatnya kita menyampaikan kepada publik bahwa Buton pada masa Oputa Yi Koo menjadi Sultan Buton melakukan perlawanan sehingga ini juga bentuk untuk menghapus stigma sebagai wilayah yang dianggap penghinat karena kerjasama dengan Belanda,” katanya.

Untuk diketahui, Himayatuddin dikenal pernah menjabat Sultan Buton ke-XX (1750-1752) dan ke-XXIII (1760-1760) yang wafat 1776. Sultan Himayatuddin diceritakan sebagai pemimpin yang gigih menghadapi penjajah Belanda pada masa itu.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *