15 Puskesmas di Mubar Lulus Akreditasi, 2 Masuk Kategori Madya dan Utama

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Mubar, LM Ishar Masiala

MUNA BARAT – Sebanyak 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muna Barat (Mubar) sudah melakukan dan melaksanakan akreditasi, dua diantanya masuk kategori madya dan utama oleh tim akreditasi.

Sekertaris Dinkes Mubar, LM Ishar Masiala mengatakan bahwa semua Puskesmas yang ada di Mubar sudah melaksanakan akreditasi.

“Alhamdulillah, 15 Puskesmas di Mubar sudah melaksanakan dan melakukan akreditasi,” ujar Ishar, Selasa (17/12/2019).

Dikatakannya, pembangunan kesehatan merupakan aspek penting dalam kerangka pembangunan nasional.

“Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” terangnya.

Sambungnya, keberhasilan pembangunan kesehatan akan sangat mendukung peningkatan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

“Untuk mencapai tujuan pembagunan kesehatan nasional, diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dasar,” tuturnya.

Lanjut kata Ishar, agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal diperlukan adanya pengelolaan organisasi puskesmas secara baik yang meliputi kinerja pelayanan, proses pelayanan, serta sumber daya yang digunakan.

“Hal ini perlu dilakukan dalam rangka upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien di puskesmas serta menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,” ucapnya.

Ishar pun menyebut untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas, diperlukan adanya penilaian oleh fihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi.

“Tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko,” sebutnya.

“Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi,” tambahnya.

Ishar pun mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 pihaknya telah mengakreditasi dua Puskesmas dan Tahun 2018 mengakreditasi enam Puskesmas sedangkan Tahun 2019 ada tujuh Puskesmas yang diakreditasi.

“Alhamdulillah semua lulus dan dua diantaranya meraih kategori baik yakni Puskesmas Marobea kategori Madya dan Puskesmas Maginti kategori Utama,” bebernya.

Laporan: Sacriel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *